Take a fresh look at your lifestyle.

Gara-gara Sampah, Bupati Brebes Semprot Sejumlah Kepala OPD

144

BREBES – Bupati Brebes Idza Priyanti, mendadak naik pitam saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) saluran irigasi di sebelah Pasar Belakang Kodim Brebes yang penuh dengan sampah, Rabu (14/8/2019). Orang nomor satu di Kota Bawang ini pun, langsung memarahi dan memperintahkan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, untuk menyelesaikan persoalan sampah di salurah tersebut.

Beberapa kepala OPD yang kena semprot Bupati di antaranya, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Dinkopumdag), Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Tata Ruang (PSDA-TR), Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS), serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP). Tak hanya mereka, kepala bagian dari masing-masing OPD yang mendampingi Bupati melakukan sidak tersebut juga ikut terkena marah. Mereka diminta Bupati untuk secepatnya mengambil solusi agar sampah yang menumpuk di saluran pasar belakang Kodim Brebes tertangani

“Keluhan masyarakat ini harus kita utamakan. Sehingga hari ini juga beberapa kepala dinas saya undang untuk terlibat langsung dalam penanganan masalah sampah ini,” kata Idza, usai tinjauan.

Dia mengatakan, dari koordinasi dengan beberapa OPD tersebut, untuk penanganannya seluruh sampah yang berada di saluran dibersihkan dan dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Selain itu, lumpur yang sudah menghitam juga dikeruk agar tidak ada lagi bau menyengat dari saluran sepanjang 300 meter tersebut.

“Saluran ini juga akan kita keruk dengan mendatangkan alat berat. Sekaligus, kita tambah dengan tenaga manusia agar pembersihan cepat selesai,” tandasnya.

Jika salurah sudah dibersihkan dari sampah dan lumpur, lanjut Bupati, pihaknya memerintahkan pada Dinas Kelautan dan Perikanan untuk memasang jaring di atas saluran. Tujuannya agar sampah, baik dari pedagang maupun dari masyarakat umum, tidak lagi masuk ke saluran yang bisa membuat lingkungan kembali kumuh serta berbau.

“Ini untuk jangka pendeknya. Jika tidak dipasang jaring, maka sampah akan masuk ke saluran terus dan akan kembali dikeluhkan,” ungkapnya.

Sedangkan untuk jangka panjangnya, sambung dia, pihaknya akan mengirim surat ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah agar menutup saluran tersebut menggunakan beton di bagian atasnya. Sehingga, selain mencegah sampah masuk saluran, nantinya bisa dijadikan area parkir pengunjung pasar.

“Kita akan minta agar saluran ditutup permanen. Selain bisa untuk kegiatan lain seperti parkir, juga bisa mencegah sampah masuk sehingga menimbulkan bau yang tidak enak,” pungkasnya.

(Setiawan/red2)

BERITA LAINNYA