Take a fresh look at your lifestyle.

Ganjar : Kalau Tidak Mau Minggir, Terjang Saja

66

SLAWI,smpantura.com – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta kepada petugas Covid-19 di Kabupaten Tegal untuk tegas terhadap pelanggar protokol kesehatan (prokes). Hal itu dilakukan untuk pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut.

“Kalau tidak mau minggir (kompak), terjang saja. Saya percaya, orang Tegal kompak semua,” kata Ganjar Pranowo, saat berkunjung di Desa Randusari, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal, Kamis (10/6). Dalam kesempatan itu, Gubernur disambut Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie, Komandan Kodim 0712 Tegal Letkol Inf Sutan Pandapotan Siregar, Kapolres Tegal AKBP Muhammad Iqbal, Kepala Kejaksaan, dan sejumlah pejabat Pemkab Tegal.

Ganjar sengaja datang ke Desa Randusari karena jumlah pasien Covid di desa tersebut sangat tinggi. Di RW 04 jumlahnya sebanyak 70 orang. Dari jumlah itu, 67 orang menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing dan sisanya dirawat di rumah sakit. Pihaknya meminta kepada TNI, Polri, Pemkab Tegal dan masyarakat lainnya untuk kompak mencegah penyebaran Covid-19.

“Kabupaten Tegal menjadi perhatian saya. Yang penting warga jangan panik,” pintanya.

Ganjar meminta agar program Jogo Tonggo dimaksimalkan kembali. Tim gabungan TNI, Polri dan Pemkab Tegal harus rutin melaksanakan operasi yustisi. Jika ada kumpulan warga, sebaiknya dibubarkan.

“Kalau mau nikahan boleh, tapi jangan ramai-ramai. Setelah ijab kobul, langsung bubar,” kata Ganjar.

Menurut Ganjar, jika jumlah pasien Covid-19 terus melonjak dalam 3 minggu ke depan, maka Pemkab Tegal harus menyiapkan rumah sakit rujukan atau rumah sakit darurat. Tempat tidur untuk isolasi juga harus ditambah.

“Kalau tidak mampu atau kesulitan, silahkan kontak saya. Butuh apa saja, nanti kami bantu,” tegas Ganjar.

Ganjar meminta seluruh pelayanan puskesmas supaya dioptimalkan. Tenaga medis puskesmas harus selalu mengecek dan mengontrol jumlah pasien Covid-19 di wilayahnya. Ganjar mengimbau agar Pemkab Tegal lebih optimal melawan Covid-19. Pihaknya tidak ingin Kabupaten Tegal menjadi zona hitam seperti Kudus.

“Kabupaten Tegal harus siap-siap. Harus serius melawan Covid. Jangan sampai seperti Kudus,” tegasnya.

Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie mengaku sudah melakukan upaya maksimal untuk mencegah penyebaran Covid-19. Bahkan, Bupati Tegal juga sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 443.5/B.848 tahun 2021 tentang pelaksanaan gerakan Kabupaten Tegal Bangkit melawan Covid-19. Dalam SE itu, seluruh keramaian ditiadakan. Tempat wisata ditutup selama 14 hari, mulai tanggal 10 hingga 23 Juni. Termasuk warung, cafe, rumah makan, supermarket dan tempat umum lainnya dibatasi pelayanannya sampai pukul 21.00.

“Apabila melanggar, mereka akan diberi sanksi denda Rp 100 ribu. Bahkan, ada juga yang diberi sanksi penjara,” ujarnya.

Ardie menjelaskan, total pasien Covid-19 secara akumulasi di Kabupaten Tegal sebanyak 7.720 kasus. Rinciannya, pasien yang sudah sembuh 6.791 orang, pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah 421 orang, pasien yang dirawat 155 orang dan meninggal dunia 353 orang. Data itu terhitung pada Rabu (9/6).

“Update hari ini (kemarin) ada pasien baru lagi sebanyak 87 orang,” imbuhnya. (T05-Red)

BERITA LAINNYA