Take a fresh look at your lifestyle.

Gandeng Guru, Antologi Puisi Bahasa Tegal-Inggris Segera Terbit

189

TEGAL-Sastrawan Tegal, Lanang Setiawan selalu punya cara dalam memartabatkan bahasa Tegal. Kali ini, Lanang tengah membuat buku antologi puisi dalam dua bahasa, Tegal dan Inggris.

“Judulnya ‘Nglanglang Jagad, Tegalan Poems Antologi’. Berisi 14 judul diterjemahkan oleh dua guru bahasa Inggis. Insya Allah akhir Juli ini masuk cetak,” kata Lanang, kemarin.

Guru yang dimintai bantuan menterjemahkan bahasa Tegal ke Inggris adalah Maslikha dan Sri Handayani Reksowati, guru SMP 2 dan SMP 7 Tegal.

Menurut Lanang, tugas dua guru tersebut masing-masing menerjemahkan tujuh buah sajak berbahasa Tegal yang sebelumnya telah ia tulis.

Di antaranya berjudul Kelir Biru Abang (Red Blue Color), Kesumat (Resentment), Gagahan Sapira (How Much Is Your Heaven), Kangen Kowen (Miss You), Sorgane Enyong Sorgane Kowen (My Heaven Is Your Heaven), Seket Lima Taun (Fifty Five Years), dan Kaniaya (Molested).

Selanjutnya Impen (Dream), Nangis Sapole Kowen (Tears), Selasa Na’as (Destiny), Ngertiya Maring Enyong (Understand Me), Panggonane Nang Kurungan (Your Exact Place), Tegal Melawan (Tegal Fight), dan Sebayu (Sebayu).

“Perjuangan menjunjung tinggi bahasa ibu, salah satunya melibatkan guru-guru bahasa Inggris agar mereka mengenal bahasa Tegalan lewat terjemahan,” ujar Lanang.

Selain melibatkan dua guru untuk menerjemahkan, Lanang juga menggandeng Budi Pratikto, guru bahasa Inggris SMP 8 Kota Tegal untuk bertindak sebagai editor.

“Kecuali mereka, saya masih mengajak ibu dosen Universitas Pekalongan yakni Dina Nurmalisa untuk menterjemahkan kata pengantar seniman Suriali Andi Kustomo ke dalam bahasa Inggris,” katanya.

Budi Pratikto yang juga seorang penyair, dalam pengantar editornya mengatakan, kehadiran puisi bergenre lokal Tegal dalam bahasa Inggris ke tengah-tengah masyarakat adalah hal yang sangat berharga dan patut disambut dengan gembira.

“Kita harapkan hadirnya puisi Tegalan dalam bahasa Inggis ini menjadi langkah awal dari langkah-langkah selanjutnya yang punya nilai unik ke dalam khazanah masyarakat sastra dunia,” kata dia.

Sedangkan, Suriali Andi Kustomo dalam kata pengantar yang dialihwacankan ke dalam bahasa Inggris oleh Dina Nurmalisa menandaskan, buku ini dinilainya sangat berani karena dimungkinkan melahirkan banyak tanya bukan saja di kalangan pengguna bahasa Tegal, tetapi juga mereka yang bergelut dengan bahasa.

Termasuk bahasa asing dan upaya penerjemahannya. Demikian pula bagi kalangan pemerhati dan pengamat sastra sendiri yang bisa jadi paling merasa berhak mendebatkan karena ada puisi, ada bahasa Tegal, sastra Tegalan, bahasa Inggris, ada dua bahkan multikultur dari proses lahir puisi hingga penerjemahannya.

“Disinilah luar biasanya buku ini selain pembaca diajak menikmati puisi-puisi Lanang yang berbahasa Tegal, pun penerjemahan yang dilakukan Maslikha dan Sri Handayani Reksowati,” katanya.

Menutup pengantarnya, Suriali menegaskan, buku karya Lanang itu adalah sebuah perayaan, tawaran, menjenguk, dan mengapresiasi dan memberi ruang, tetapi juga ajakan berpikir, mengadu gagasan, membagi nilai, etika, estetika, dan wisdom di dalamnya.

(setiadi/ red38)

BERITA LAINNYA