Take a fresh look at your lifestyle.

Gairahkan Perekonomian, PKK Modifikasi Kain Batik Jadi Masker Non Medis

147

SLAWI – Wabah Virus Korona (Covid-19) berimbas pada lesunya perekonomian masyarakat, terutama para perajin batik di Kabupaten Tegal. Untuk tetap memberdayakan para perajin batik, Tim Penggerak PKK Kabupaten Tegal mengintruksikan untuk kader PKK di kecamatan hingga desa untuk memodifikasi kain batik menjadi masker non medis. Namun demikian, masker tersebut disesuaikan dengan standar kesehatan dengan menggunakan kain dua lapis.

“Para perajin mengeluh dengan kondisi sepinya penjualan batik. Oleh karena itu, kami meminta para perajin untuk membuat masker yang bisa dijualbelikan ke masyarakat,” kata Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tegal, Ny Hj Sisca Zulistia Sabilillah Ardie, Minggu (5/5).

Dikatakan, pembuatan masker non medis sudah dilaksanakan sejumlah kader PKK di kecamatan dan desa. Bahkan, permintaan masker yang berstandar kesehatan itu telah banyak peminatnya. Tidak hanya di wilayah Tegal, tapi hingga luar pulau. Kondisi itu membuat Tim Penggerak PKK Kabupaten Tegal mengintruksikan untuk membuat masker tersebut.

“Kami sudah membuat tutorial cara pembuatan maskernya, sehingga kualitas masker seragam,” ujar istri dari Wakil Bupati Tegal, H Sabilillah Ardie itu.

Dijelaskan, masker itu terdapat dua lapis dengan lapis pertama menggunakan kain batik, dan lapis kedua menggunakan kain polos yang bisa menghambat kotoran masuk ke hidung dan mulut. Diharapkan, produksi masker batik itu bisa membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masker di Indonesia. Selain itu, masker buatan para kader PKK itu juga telah dibagikan ke masyarakat Kabupaten Tegal secara gratis.

“Sudah ribuan yang dibagikan ke masyarakat. Kini, kami bisa memenuhi kebutuhan untuk masyarakat luas,” katanya.

Ditambahkan, Tim Penggerak PKK Kabupaten Tegal juga membagikan paket sembako. Paket sembako yang dibeli dari iuran kader PKK dan hasil penjualan masker, telah terkumpul sekitar 186 paket sembako. Paket sembako berisikan beras 5 kilogram, gula 1 kilogram, teh 1 bungkus, minyak goreng 1 liter, Mie telor 1 bungkus, dan kecap. Bantuan itu diberikan kepada tukang becak, para pedagang, dan masyarakat kurang mampu lainnya.

“Semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Kami akan terus berupaya membantu masyarakat sesuai dengan kemampuan,” pungkasnya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA