Take a fresh look at your lifestyle.

Gadis di Bawah Umur ‘Digilir’ Empat Pemuda

193
  • Tiga Pelaku Diringkus, Satu Dalam Pengejaran

 

BREBES – Seorang gadis yang masih di bawah umur di Kabupaten Brebes mendapat perlakuan tidak senonoh. Gadis yang masih duduk di bangung SMP itu, ‘digilir’ oleh empat pemuda di area persawahan, Desa Banjaratma, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Sabtu (24/8).

Sementara tiga dari empat pelaku pemerkosaan itu kini berhasil diringkus polisi, setelah orang tua korban melaporkan kejadian yang menipa anaknya tersebut. Korban adalah SA (15) warga Kecamatan Larangan, Brebes. Sedangkan tiga pelaku yang berhasil diringkus adalah Karjono (22), warga Desa Klampok, RT 2 RW 8, Kecamatan Wanasari, AF (16), warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Wanasari dan Amakun Fadilan (19), warga Desa Tanjungsari, Kecamayan Wanasari. Sedangkan seorang pelaku yang masih buron, yaitu Dedi alias Dublag (19), warga Desa Keboledan, Kecamatan Wanasari. Pelaku itu masih dalam pengejaran polisi.

Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Tri Agung Suryomicho mengatakan, kasus itu terbongkar berawal dari laporan orang tua korban. Dari laporan itu, anggotanya langsung melakukan pencarian para pelaku. Dua pelaku di antaranya, yaitu Karjono dan AF ditangkap Senin (26/8) malam. Sedangkan satu pelaku lainnya, Amakmun ditangkap Selasa (27/8) malam.

“Dari laporan keluarga korban, kemudian kita melakukan pencarian dan penangkapan. Tiga pelaku berhasil kami tangkap dan satu pelaku masih dalam pencarian,” ujarnya Rabu (28/8) di Mapolres Brebes.

Dari keterangkan para pelaku dan korban, ungkap dia, aksi pemerkosaan terhadap korban, berawal dari kenalannya dengan Dedi (salah seorang pelaku yang buron-red) melalui facebook. Korban kemudian diajak bertemu dan jalan-jalan. Namun, korban kemudian di bawa ke suatu tempat, di area persawahan, yang selanjutnya diperkosa beramai- ramai saling bergantian. “Korban ini awalnya diajak ke area persawahan di daerah Bulakamba. Setelah itu, para pelaku mengancam dan memaksa korban untuk berhubungan layaknya suami istri,” terangnya.

Menurut Kasat, para pelaku nekat bertindak seperti itu, diduga karena pengaruh pergaulan bebas anak jalanan. “Mereka ini anak jalanan yang terpengaruh pergaulan bebas. Jadi, saat kejadian tidak terpengaruh minuman keras,” tandasnya.

Atas perbuatannya itu, sambung dia, para pelaku dijerat Pasal 81 Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. ” Pelaku ini kami ancaman pidana minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun,” tegasnya.

Karjono salah seorang pelaku di depan penyidik mengatakan, korban SA merupakan kenalan dari temannya Dedi. Mereka kenal melalui facebook. Dari Dedi, muncul rencana memperkosa korban. “Yang punya ide saya dan Dedi. Korban itu kenalan Dedi di facebook. Setelah diajak ketemuan, korban terus kami jemput untuk kami ajak ke pasar malam,” katanya, saat gelar perkara di Mapolres Brebes.

Di perjalanan, kata dia, korban bukannya diajak ke pasar malam seperti yang dijanjikan. Namun korban di bawa ke area persawahan di Banjaratma, Kecamatan Bulakamba. Di lokasi tersebut, korban dipaksa melayani nafsu bersama dua pelaku lainnya yang sudah menunggu. “Korban diancam Dedi kalau tidak mau melayani nanti dibunuh. Korban disuruh diam jangan berteriak. Saya ikut memegangi korban waktu itu,” pungkasnya.

(Setiawan/ red2)

BERITA LAINNYA