Take a fresh look at your lifestyle.

Fraksi PKB Kritisi Pemkab Dalam Tangani Korona

178

SLAWI – Fraksi PKB DPRD Kabupaten Tegal mengkritisi kebijakan Pemkab Tegal dalam penanganan wabah Virus Korona (Covid-19). Pemkab diminta untuk segera bergerak karena potensi penuluaran virus itu semakin tinggi, mengingat para perantuan sudah banyak yang pulang kampung.

“Kesigapan Pemkab masih kurang. Sudah saatnya action, jangan terlalu banyak koordinasi,” kata Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Tegal, Hj Noviatul Faroh, Selasa (31/3).

Dikatakan, potensi penyebaran semakin tinggi, karena penularan bukan hanya dari warga yang telah bepergian ke luar negeri. Tapi, penularan saat ini dilakukan warga antar daerah. Terutama, warga perantauan yang pulang kampung dari daerah yang terjangkit Virus Korona. Selain itu, juga para santri yang dipulangkan karena wabah tersebut.

“Penanganan kedatangan pemudik yang diperiksa di Terminal Dukuhsalam belum maksimal. Pemusatan pemeriksaan di terminal itu malah menjadikan berkumpulnya para warga,” ujar Ketua Komisi IV itu.

Selain itu, lanjut dia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang menjadi leading sektor penanganan Virus Korona belum terlihat kinerjanya, termasuk lemah dalam koordinasi dengan semua lini. Ia menduga BPBD tidak menguasai penanganan Korona, sehingga dipegang Sekda Tegal.

“Harunysa BPBD yang berperan banyak, tapi tidak menguasai sehingga diambil alih Sekda. BPBD belum ada actionnya, padahal skenario penanganan Korona di BPBD seperti Pemerintah Pusat,” katanya.

Ditambahkan, peran serta aparat keamanan sangat dibutuhkan, karena masih banyak masyarakat yang tidak peduli dengan himbauan pemerintah untuk berdiam diri di rumah. Mereka melakukan aktivitas seperti biasa tanpa mempedulikan keselamatan masyarakat. Pihaknya berharap ada patroli keliling ke seluruh wilayah untuk membubarkan kerumunan mayarakat.

“Bupati harus segera bergerak,” pungkasnya. (Wiwit-red03)

 

 

 

BERITA LAINNYA