Take a fresh look at your lifestyle.

DPC PKB Berangkatkan Ratusan Santri Lirboyo

155

SLAWI – Bentuk perhatian DPC PKB Kabupaten Tegal terhadap para santri dibuktikan dengan menfasilitasi keberangkatkan ratusan santri asal Tegal yang hendak kembali ke Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatul Mubtadiin Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Minggu malam (5/7). Sebelum diberangkatan, para santri itu telah menjalani pemeriksaan untuk menghindari penyebaran Virus Korona (Covid-19).

Pelepasan yang dipusatkan di depan kantor Sekretariat DPC PKB Kabupaten Tegal itu, dipimpin Bupati Tegal Umi Azizah. Para santri berangkat ke Kediri dengan menggunakan kendaraan 13 bus dan 1 elf. Hadir dalam acara itu, Ketua DPRD Kabupaten Tegal Agus Salim, Ketua DPC PKB Kabupaten Tegal A Firdaus Assyairozi, Ketua PCNU Kabupaten Tegal Ahmad Wasari, dan seluruh anggota Fraksi DPRD Kabupaten Tegal.

Ketua DPC PKB Kabupaten Tegal A Firdaus Asyairozi didampingi Ketua Fraksi PKB Nofiatul Farroh mengatakan, sebelum berangkat menuju Kediri, 13 bus dan 1 elf yang mengangkut para santri itu disemprot dengan cairan disinfektan. Penyemprotan dilakukan di Terminal Bus Dukuhsalam, Slawi. Tidak hanya itu, rombongan santri yang berjumlah sekitar 800 anak itu, juga difasilitasi masker dan handsanitizer. Selama di dalam bus, para santri duduknya jaga jarak. Hal itu untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Ponpes Lirboyo sebenarnya sudah dibuka sejak beberapa hari yang lalu. Dan hari ini, giliran para santri yang berasal dari Kabupaten Tegal diberangkatkan,” ujarnya.

Firdaus menjelaskan, pelepasan itu merupakan intruksi dari Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar supaya PKB di daerah mengawal pemberangkatan para santri. Pemberangkatan tidak hanya ke Ponpes Lirboyo Kediri, tapi juga ponpes-ponpes lainnya.

“Jumlah santri di Kabupaten Tegal cukup banyak, mungkin sampai puluhan ribu santri. Dan pemberangkatan ini kami lakukan bertahap,” terangnya.

Bupati Umi menuturkan, sebelum diberangkatkan, mereka lebih dulu menjalani pemerikasaan kesehatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal melalui Puskesmas setempat. Tidak hanya itu, para santri juga sudah mengantongi izin dari orang tuanya masing-masing.

“Sebelum berangkat, para santri sudah diperiksa semua. Ini kami lakukan agar tidak muncul klaster baru di pesantren dalam penyebaran Covid-19,” kata Umi.

Umi berpesan kepada para santri agar dalam proses belajar nanti, tetap menjaga kebersihan dengan mengikuti anjuran protokol kesehatan. “Selamat jalan, selamat belajar, jaga nama baik Kabupaten Tegal, dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Ingat, kebersihan adalah sebagian dari iman,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Alumni Santri Tegal (HIMASAL) Lirboyo Muhamamad Sobirin mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Tegal dan Fraksi PKB yang telah membantu para santri menuju Ponpes Lirboyo di Jawa Timur.

“Alhamdulillah, sebelum berangkat para santri telah diperiksa kesehatannya secara gratis. Terimakasih kepada Dinkes yang telah memberikan masker sebanyak 2.400 buah dan hand sanitizer. Kemudian, kami juga mengucapkan terimakasih kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan DPC PKB yang masing-masing telah menyumbangkan dana untuk kami sebesar Rp 25 juta,” ujarnya.

Sobirin menjelaskan, Ponpes Lirboyo sudah aktif kembali sejak beberapa hari yang lalu. Pembukaan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. Para santri diwajibkan memakai masker, mencuci tangan secara rutin dengan menggunakan sabun di air yang mengalir, serta menerapkan physical distancing.

“Instruksi pusat, santri harus membawa masker minimal lima buah. Tujuannya agar setiap empat jam sekali bisa ganti. Disana, para santri nantinya akan diterima oleh Dinas Kesehatan Kota Kediri yang sudah terlebih dahulu melakukan komunikasi dengan pondok,” pungkasnya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA