Take a fresh look at your lifestyle.

Fraksi PDIP Tolak Rencana Pembangunan City Walk Jalan Ahmad Yani

71

TEGAL – Fraksi PDI Perjuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal menolak rencana Pemerintah Kota Tegal yang akan membangun kawasan Jalan Ahmad Yani menjadi City Walk layaknya kawasan Malioboro, Yogyakarta.

Penolakan tersebut disampaikan Ketua Fraksi PDIP Kota Tegal, Edy Suripno sesaat setelah menghadiri Rapat Paripurna dengan agenda Penyampaian Jawaban Wali Kota Atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Terhadap Tiga Rancangan Peraturan Daerah Kota Tegal, Senin (2/2) kemarin.

Menurut Edy Suripno, jawaban Wali Kota terkait dengan PKL dalam Rapat Paripurna yang menyebut tidak ada penggusuran Pedagang Kaki Lima (PKL), namun yang ada hanya penataan tidaklah benar. Sebab, fakta yang terjadi di lapangan tidaklah demikian dan PKL ditempatkan di samping RM Dewi setelah ada penggusuran.

“Kalau itu disebut penataan, maka ketika akan direlokasi sudah ditempatkan terlebih dahulu. Bukan ditempatkan di akhir. Faktanya, tempat relokasi baru dicarikan setelah ada penggurusan. Maka kami Fraksi PDI Perjuangan menganggap ini sebuah penggurusan, bukan penataan,” tegas Edy.

Lebih lanjut Edy mengisahkan, ketika Pemkot menyatakan itu bentuk dari penataan, maka jauh panggang dari api dan jauh dari kenyataan. Apabila penataan seperti itu diterapkan dalam rencana pembangunan City Walk Jalan Ahmad Yani, justru dikhawatirkan semakin memperpanjang penderitaan dan kesengsaraan masyarakat PKL.

“Kondisi eksisting jalan 14 meter akan diubah menjadi lima meter dan satu arah. Bisa kita bayangkan bagaimana dampaknya kepada PKL, juru parkir dan pedagang Pasar Pagi. Ketika arus lalu lintas yang seharusnya lancar malah menjadi sempit karena dibangun trotoar,” pungkasnya.

Untuk itu, imbuh Edy, Fraksi PDI Perjuangan mencabut dan meminta Pemkot Tegal untuk tidak melaksanakan pembangunan City Walk Jalan Ahmad Yani, yang berada di wilayah Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur.

Perlu diketahui, wajah Jalan Ahmad Yani akan segera berubah menjadi kawasan city walk yang nantinya akan dipenuhi food truck yang menjajakan berbagai kuliner khas dan modern. Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono menyebut, penataan kawasan sepanjang Jalan Amad Yani tidak perlu studi kelayakan.

Sebab, kata Dedy, itu merupakan penyempurnaan dan penataan trotoar yang sudah ada. Bahkan, penataan trotoar Jalan Ahmad Yani sudah disusun konsepnya sejak 2019 dan dilakukan penyempurnaan 2020 lalu.

“Dengan kondisi existing jalan 16 meter terbagi menjadi beberapa bagian. Dimana 2,5 meter sisi barat sebagai arena untuk food truck dan 3 meter sebagai pedestrian. Kemudian 5 meter sebagai jalan satu arah, 2,5 meter sisi timur sebagai arena untuk food truck dan 3 meter sebagai pedestrian,” ujarnya.

Terkait PKL, kata Dedy Yon, akan diprioritaskan para pedagang yang sudah menempati lokasi dengan menyesuaikan perencanaan penataan PKL. Untuk mengatasi kemacetan juga sudah disiapkan rekayasa arus lalu lintas. (*)

BERITA LAINNYA