Take a fresh look at your lifestyle.

FKDT Gelar Simulasi Pembelajaran Madrasah Diniyah Takmiliyah

182

SLAWI- Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menerbitkan panduan pembelajaran bagi pesantren dan pendidikan keagamaan karena masih berlangsungnya pandemi Covid-19 jelang dimulainya tahun ajaran baru.

Panduan tersebut menjadi bagian tidak terpisahkan dari surat keputusan bersama Mendikbud, Menag, Menkes, dan Mendagri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru Di Masa Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19).

Untuk memberikan gambaran pelaksanaan madrasah diniyah takmiliyah (MDT) di era new normal,  DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Tegal, mengadakan simulasi pembelajaran MDT di masa pandemi Covid-19.  Simulasi dilaksanakan , Rabu (24/6) di MDT An Nashiriyah , Desa Paketiban,  Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal, Bagian Kesra Setda Kabupaten Tegal, pemerintah desa serta seluruh Pengurus PAC FKDT Kecamatan se- Kabupaten Tegal.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal, Sukarno, mengatakan simulasi ini sangat berguna untuk mencari pola pembelajaran yang tepat untuk  MDT.

“ Karena pesertanya anak-anak, maka pembelajaran MDT harus dapat melindungi anak-anak maupun ustadnya. Penyelenggaraan pendidikan harus mempelajari Perbup Nomor 35 tahun 2020 tentang Pencegahan Penularan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)  di Kabupaten Tegal,” tutur Sukarno.

Lebih lanjut, Sukarno menyebutkan, FKDT sebagai lembaga harus dapat memberikan contoh yang baik.  Walaupun Madrasah Diniyah bukan pendidikan formal, protokol kesehatan harus ditaati diantaranya, memakai masker, menjaga kebersihan tangan, menjaga kontak fisik, proses edukasi serta didakan evaluasi dan laporan terhadap pelaksanaan pembelajaran ini.

Sebelum melaksanakan pembelajaran tempat harus dipastikan aman, oleh karena itu harus berkoordinasi dengan satuan gugus tugas di tempat  yang bersangkutan.

Sementara itu, Kabag Kesra Setda kabupaten Tegal melalui Kasubbag Pendidikan dan Agama, Mudai, menyampaikan apresiasi terhadap FKDT yang dapat melakukan simulasi ini. Momentum  ini sangat tepat  untuk persiapan dimulainya ajaran baru, sehingga ketika ada pembelajaran sudah ada kesepakatan.  Namun demikian, Mudai  juga mengingatkan untuk selalu menjaga protocol kesahatan.

“Untuk pembelajaran tetap menajaga kesehatan,  walau madrasah masuk zona hijau, kalau orang tua siswa keberatan, jangan dipaksa. Untuk yang termasuk zona merah, jangan dipaksakan untuk mulai pembelajaran dulu,” kata Mudai.

Kepala MDT An Nashiriyah, Suhudi, selaku tuan rumah menyatakan siap mentaati protokol kesahatan yang ditetapkan.

“ Sebelum pembelajaran koordinasi dengan kepala desa selaku ketua gugus penangulangan Covid- 19 tingkat desa. Ini dimaksudkan agar mendapatkan arahan yang baik untuk proses pembelajaran ini,”imbuhnya.

Lebih lanjut, Suhudi menyampaikan beberapa langkah yang dilakukan dalam rangka simulasi ini, diantaranya, sebelum dilaksankan pembelajaran, dilaksanakan penyemprotan disenfektan seluruh bagian madrasah secara rutin minimal 2 kali seminggu , di pintu masuk dilakukan cek suhu badan lewat alat thermogu, penyediaan alat cuci tangan sebelum masuk lokasi dan siswa wajib memakai masker.

Disamping itu, juga  disediakan face shield agar ustad mudah mengajar, mengatur jarak tempat  duduk . Meja yang biasanya ditempat tiga orang diatur hanya ditempati satu orang.

Sosialiasi kepada orangtua siswa agar lebih memahami aturan dan Perbup  serta mewajibkan anak membawa  makanan, sehingga tidak ada pedagang di lingkungan madrasah. Warga sekolah juga diminta mengawasi dalam pemakaian masker. (Sari/Red-06)

 

BERITA LAINNYA