Take a fresh look at your lifestyle.

Fikri Dorong Generasi Muda Lebih Percaya Diri Bangun Tegal

135

SLAWI-Kabupaten Tegal punya begitu banyak potensi, termasuk dari ide dan gagasan. Banyak benih kreativitas lahir di Tegal.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI DR H Abdul Fikri Faqih MM dalam sesi podcast yang diselenggarakan Humas Kabupaten Tegal di Trasa Co Working Space , Jumat (13/3) malam.

Fikri Faqih mencontohkan di Balapulang ada anak muda kreatif yang bisa memindahkan foto dalam desain kayu, di Karanganyar juga ada pengrajin kacamata kayu.

“Itu baru dari satu sisi subsektor ekonomi kreatif,” ungkapnya. Fikri menjelaskan di dunia olahraga banyak anak muda Tegal berprestasi sebut saja Banyu Tri Mulyo (atlet tenis meja), Irkham Zahrul Mila (atlet sepakbola). “Dalam dunia seni dan perfilman, Tegal pun dipandang sangat potensial. Banyak sineas lahir di Tegal,” kata Fikri.

Di era internet saat ini, selain skills, ide kreativitas menjadi barang yang sangat mahal. “Sudah saatnya Kabupaten Tegal bangkit dengan melibatkan anak muda,” kata Fikri.

Acara yang dipandu Joko Prabowo itu lebih banyak menyoroti peran generasi muda. Ia menyebutkan demografi penduduk Kabupaten Tegal 50,6 % nya adalah anak muda yang usianya dibawah 30 tahun. “Mampukah anak muda membaca peluang?” tanyanya.

Fikri meyakinkan bisa. Menurutnya anak muda perlu didorong rasa percaya dirinya.

“Tidak perlu minder. Sudah saatnya semua potensi kecerdasan dibangun, kreativitas terus diasah,” jelas Fikri.

Fikri justru mempertanyakan kenapa acara Internasional Tea Festival tempatnya justru di Bandung, bukan di Tegal. Padahal, menurut Fikri, secara potensi Tegal dikenal sebagai kota penghasil teh, pabrik teh juga banyak berdiri di Tegal.

“Saya kira ini masalah kreativitas dan kejelian menangkap peluang,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan, di sektor pendidikan, para penyelenggara pendidikan terutama vokasi seperti SMK maupun politeknik seharusnya bisa bersinergi dengan dunia industri atau dunia usaha.

“Di Jerman jumlah pengangguran dari pendidikan vokasi adalah 0%, karena yang membuka pendidikan vokasi adalah perusahaan. Jika ingin belajar dari sana, pastikan jurusan atau prodi yang dibuka memang benar-benar dibutuhkan di dunia kerja.(Sari/Red-06)

 

BERITA LAINNYA