Take a fresh look at your lifestyle.

Fasilitas Kesehatan Diminta Proaktif Laporkan Temuan Pasien Covid-19

17

TEGAL, smpantura.com – Tingginya angka kematian pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah, mendapat perhatian dari Satgas Covid-19 Kota Tegal. Hal ini diketahui saat digelar Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 di Gedung Deviacita, Polres Tegal Kota, belum lama ini.

Dalam rakor tersebut, fasilitas kesehatan (faskes) baik rumah sakit, klinik-klinik, dokter praktik, bidan praktik mandiri dan laboratorium, diminta untuk melaporkan apabila menemukan pasien positif Covid-19.

Laporan yang diberikan ke Dinas Kesehatan itu, nantinya akan dijadikan bahan untuk melakukan testing, tracing dan treatment atau 3T. Guna menguatkan komitmen tersebut, Satgas Covid-19 Kota Tegal dan faskes menandatangani pernyataan sesuai kesepakatan yang dicapai.

“Pasien yang isoman tapi tidak diketahui satgas, biasanya pasien yang melakukan pemeriksaan mandiri ke faskes. Hasil swab antigen maupun PCR mereka yang positif, tidak dilaporkan ke kami,” tegas Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal, dr Sri Primawati.

Hadir dalam rakor tersebut, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, anggota Forkopimda bersama pemilik faskes, rumah sakit, klinik hingga laboratorium se-Kota Bahari.

Disambung dr Prima, dalam dua minggu terakhir pihaknya masih menemukan adanya warga Kota Tegal, yang meninggal di rumah saat menjalani isolasi mandiri. Diakui dr Prima, warga yang meninggal ada yang memang terdaftar sebagai pasien isoman, namun prosentasenya sangat sedikit.

“Justru yang banyak adalah mereka yang meninggal di rumah dan tidak diketahui, apakah mereka positif atau negatif. Tetapi setelah kita lakukan swab post mortem ternyata hasilnya sebagian besar positif,” ucapnya.

dr Prima menambahkan, Dinkes di empat daerah, baik Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Brebes dan Kabupaten Pemalang telah berkoordinasi serta meminta semua klinik dan laboratorium yang ada di daerah tersebut, untuk melaporkan hasil PCR yang positif.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Tegal, Dedy Yon berharap semua fasilitas kesehatan di Kota Bahari benar-benar menitikberatkan pada transparansi informasi dari fasilitas kesehatan.

Adanya koordinasi untuk melaporkan setiap temuan pasien positif Covid-19 kepada Dinas Kesehatan Kota Tegal atau Satgas Covid-19 Kota Tegal menjadi sebuah kewajiban.

“Kenapa kita harus menegaskan itu, agar jangan sampai si pasien positif Covid-19 ini tidak sekadar isoman saja dan tidak ada pengawasan, sehingga kemungkinan besar bisa berakibat fatal,” tegasnya.

Dalam rakor tersebut, kepada seluruh fasilitas kesehatan, Kapolres Tegal Kota, AKBP Rita Wulandari Wibowo meminta komitmen bersama, untuk melaporkan informasi data temuan pasien positif Covid-19 di faskesnya kepada Dinas Kesehatan Kota Tegal. (T03-red)

BERITA LAINNYA