Take a fresh look at your lifestyle.

Evaluasi Permen KP Nomor 59 Jadi Angin Segar bagi Nelayan Cantrang

45

TEGAL – Ratusan nelayan cantrang berharap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dapat memberikan angin segar, terkait evaluasi Permen KP Nomor 59 Tahun 2020 tentang Jalur Penangkapan Ikan dan Alat Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia dan Laut Lepas.

Harapan tersebut disampaikan para nelayan saat menemui Plt Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Dr Muhammad Zaini, di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Pantai, Kelurahan Tegalsari, Kota Tegal, Jumat (5/2) siang.

Dalam kesempatan tersebut, para nelayan menyampaikan sejumlah aspirasi dan kendala yang kini dihadapi. Salah satunya yakni dengan habisnya Surat Keterangan Melaut (SKM) pada Januari lalu.

Dikemukakan Dr Zaini, kedatangannya di Kota Bahari tidak lain untuk menyerap aspirasi atas rencana evaluasi Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 59 Tahun 2020. Aspirasi yang dibendung pun beragam.

“Baik yang pro, maupun yang kontra kita serap semua. Nelayan ini mintanya apa dan arahnya kemana kita tampung semuanya,” ucap Zaini.

Tak hanya di Kota Bahari saja, namun Zaini juga menjelaskan bahwa dirinya dan rombongan menyerap seluruh nelayan di Pulau Jawa. Mulai dari Blanakan, Subang, Indramayu, Cirebon, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Pekalongan, Demak, Pati, Rembang, Tuban hingga Lamongan, Jawa Timur.

“Kita evaluasi menyeluruh, tidak sepotong-sepotong. Walaupun pada akhirnya nanti mungkin tidak bisa memuaskan semua pihak, tetapi semua sudah diakomodir dengan melakukan evaluasi seperti ini bukan hanya diatas kertas atau di meja tetapi kita turun langsung ke lapangan,” pungkasnya.

Sementara, Wakil Wali Kota Tegal, Muhamad Jumadi menyampaikan bahwa beberapa waktu yang lalu terdapat perwakilan nelayan yang mendatangi Pemerintah Kota Tegal untuk mengadu terkait permasalahan dalam mereka mencari ikan.

“Kita sudah melayangkan surat ke Bapak Menteri dan Minggu depan kita diundang ke Jakarta. Kebetulan, ini Bapak Dirjen juga diminta turun ke lapangan. Mungkin nanti bisa ‘klop’, hasil dari road show Bapak Dirjen akan dibahas bersama sekaligus,” ujarnya penuh optimis.

Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Tegal, H Riswanto menambahkan, salah satu poin penting dari pertemuan bersama Dirjen yakni rencana perubahan alat tangkap ikan yang lebih ramah lingkungan.

Rencana tersebut diharapkan dapat menjadi kabar baik atau angin segar bagi para nelayan yang hampir satu bulan lebih tak melaut. Sebab, para nelayan menyatakan siap dan mau untuk mengikuti keputusan final dari evaluasi Permen KP Nomor 59.

“Speknya seperti apa kami siap mengikuti. Alat tangkap yang tidak ramah lingkungan juga siap kami ganti menjadi alat yang ramah lingkungan. Harapan kami, keputusan itu dapat dipastikan satu atau dua Minggu ke depan,” tandasnya. (*)

BERITA LAINNYA