Take a fresh look at your lifestyle.

Energi Listrik Alternatif Sebagai Inovasi Geliatkan Ekonomi Desa

Oleh : Akhmad Shaomy Nugroho ST (Tenaga Ahli Madya Infrastruktur Desa Provinsi Jawa Tengah)

134

PENYEDIAAN listrik desa untuk mewujudkan desa berenergi bersih dan terbarukan tercantum pada Pasal 6 Ayat 1 Huruf b Peraturan Menteri Desa PDTT RI No.13 Tahun 2020 tentang prioritas penggunaan dana desa tahun 2021. Pada lampiran Permendes tersebut pula disebutkan bahwa sarana/ prasarana energy adalah salah satu sektor strategis nasional dalam rangka pemulihan ekonomi nasional yang menjadi prioritas untuk dibiayai oleh Dana Desa (DD) selain Jaringan Pengaman Sosial/ JPS, Desa aman Covid-19.

Kementerian desa PDTT melalui permendes No.13 Tahun 2020 juga membagi menjadi 8 tipologi desa dan 18 tujuan SDG’s Desa / tujuan pembangunan berkelanjutan desa, dimana desa berenergi bersih dan terbarukan masuk pada tipologi nomer 4 yaitu desa peduli lingkungan. Adapun contoh kegiatan Penyediaan listrik Desa tersebut adalah :

a. Pembangkit listrik tenaga mikrohidro;
b. Pembangkit listrik tenaga biodiesel;
c. Pembangkit listrik tenaga matahari;
d. Pembangkit listrik tenaga angin;
e. Instalasi biogas;
f. Jaringan distribusi tenaga listrik (bukan dari Perusahaan Listrik Negara)
Untuk mewujudkan penyediaan listrik Desa sesuai dengan kewenangan Desa dan diputuskan dalam Musyawarah Desa. Di provinsi Jawa Tengah, dari 7809 desa sepenuhnya sudah teraliri listrik oleh PLN dengan baik. Hanya saja terkait dengan maraknya pembangunan destinasi wisata dengan memanfaatkan potensi alam berupa hutan, perbukitan dan areal persawahan yang sulit dijangkau oleh jaringan distribusi listrik PLN maka memungkinkan untuk kemudian penyediaan listrik desa dengan memanfaatkan energy bersih terbarukan bisa dilakukan.
Layanan Solar home system / system penyedian listrik tenaga matahari skala kecil menjadi alternative dengan biaya murah dalam rangka menjawab hal tersebut. Disamping itu penyediaan listrik solar home system juga bisa digunakan untuk melayani masyarakat ketika dipasang di fasilitas- fasilitas milik pemdes seperti PAUD, POLINDES, atau fasilitas pemdes lainnya yang membutuhkan sumber energy listrik bersih dan terbarukan.
Penyediaan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya / PJUTS juga menjadi salah satu contoh kegiatan yang bisa dilakukan dalam rangka mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan / SDG’s melalui program tersebut mengingat masih banyak desa dengan kondisi akses jalan sangat gelap apabila malam hari.
Paling tidak program tersebut dapat menggeliatkan aktivitas kegiatan ekonomi masyarakat tidak hanya di waktu siang hari saja tetapi termasuk kegiatan ekonomi masyarakat di waktu malam hari, sekaligus dengan akses jalan desa yang terang juga dapat meminimalisir adanya tindak kejahatan di desa.
Berkaitkan dengan hal geliatkan ekonomi masyarakat, khususnya di bidang usaha perbengkelan las, para pengusaha dan pekerja las di desa juga mendapatkan impact positif apabila program tersebut bisa berjalan dengan baik. Akan ada banyak pemesanan tiang-tiang lampu dan aksesorisnya yang bisa dikerjakan oleh pengusaha dan pekerja perbengkelan las di masing-masing desa. Hal tersebut juga memicu kreatifitas dan inovasi para penggerak dan pelaku usaha di bidang itu. (*)

BERITA LAINNYA