Take a fresh look at your lifestyle.

Empat Siswa Baru Terancam Dikeluarkan Sekolah

167
  • Akibat Usia Melebihi Batas

BREBES – Meski proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kabupaten Brebes sudah selesai, tetapi saat ini masih menyisahkan persoalan. Sebanyak 4 siswa baru di SMP Negeri 3 Brebes kini terancam dikeluarkan dari sekolahnya. Itu lantaran mereka usianya diketahui telah melebihi ambang batas usia siswa kelas VII SMP, yakni 15 tahun terhitung pada 1 Juli.

Kondisi demikian membuat resah para orang tua siswa. Selain anaknya itu sudah resmi diterima sebagai siswa baru dan telah mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut, para orang tua siswa juga telah melakukan kewajibannya pembayaran biaya daftar ulang sebesar Rp 984.000. Mereka juga mengaku kebingungan apabila keputusan itu diberlakukan, karena anaknya akan putus sekolah.

“Bagaimana saya tidak bingung. Anak saya ini akan dikeluarkan dari sekolah. Katanya, usianya sudah melebihi batas. Terus kalau dikeluarkan, anak saya mau sekolah dimana? padahal anak saya sudah resmi diterima di SMP N 3 Brebes dan sudah masuk sekolah. Saat proses pendaftaran siswa baru juga tidak masalah. Saya sekarang juga sudah membayar biaya daftar ulang Rp 984.000,” ungkap Fatikah (45), salah satu orang tua siswa yang anaknya terancam dikeluarkan, Selasa (23/7).

Dia menceritakan, informasi terkait anaknya yang terancam dikeluarkan itu diketahui saat dirinya diundang pihak sekolah. Saat itu, dirinya dan tiga orang tua siswa lainnya diberi penjelasan dari sekolah, jika anaknya berusia lebih dari 15 tahun. Sesuai aturan, anaknya tidak bisa melanjutkan sekolah di SMP N 3 Brebes. Namun demikian, keputusan dikeluarkan atau tidaknya akan diberitahu pada bulan September mendatang. Setelah sekolah mendapat surat dari pusat. “Pas saya diundang sekolah sih ada tiga orang tua siswa lainnya. Mereka juga persoalannya sama, usia anaknya sudah lebih dari 15 tahun,” terangnya.

Menurut dia, anaknya itu memang usiannya telah lebih dari 15 tahun. Tempatnya, 15 tahun lebih satu bulan. Namun keadaan itu terjadi lantaran anaknya saat sekolah SD pernah tinggal kelas satu kali. Yakni, saat kelas satu SD. “Kalau seperti ini mau bagaimana? padahal anak saya bersemangat sekali sekolah di SMP N 3 Brebes. Saya juga khawatir kalau sampai dikeluarkan, anak saya malah ngambek gak mau sekolah. Saya sudah pernah ngomong ke anaknya, tetapi tidak mau mencari sekolah lain,” tuturnya.

Wakil Kepala Sekolah SMP N 3 Brebes, Ruslan saat dikonfirmasi menjelaskan, pemanggilan terhadap empat wali murid kelas VII yang anaknya berusia lebih dari 15 tahun, dimaksudkan untuk menerangkan soal pendataan Daftar Pokok Pendidikan (Dapodik). Pihaknya tidak pernah mengutarakan soal anak terancam dikeluarkan. “Ini terkait pendataan Dapodik. Jika umurnya lebih dari 15 tahun biasanya saat data diinput ke sistem Dapodik tidak bisa masuk. Tapi, untuk soal diterima atau tidaknya, kita nunggu September ini setelah input data Dapodik selesai. Kalau tidak diterima oleh sistem Dapodik berarti tidak ada pilihan lain, siswa ini harus mencari sekolah lain. Tapi, saya berharap ini tidak terjadi. Semoga tetap bisa bersekolah di sini,” paparnya kepada wartawan.

Dia mengakui, di sekolahnya ada 4 siswa yang umurnya di atas 15 tahun. Dari empat siswa itu, dua siswa tercatar usianya kelebihan 1 bulan dari ammbang batas. Kemudian, satu siswa kelebihan usia tiga bulan dan satu siswa lagi kelebihan usia 24 hari. “Memang dari total sebanyak 230 siswa baru yang kami terima dalam PPDB, diketahui ada 4 siswa yang usiannya lebih dari 15 tahun,” jelasnya.

Terpisah Kasubag Program dan Keuangan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes, Fajar Adi Widiaso mengatakan, pihaknya akan berupaya agar siswa tersebut tidak dikeluarkan dari sekolah. Apalagi kelebihan umur hanya 24 hari sampai 3 bulan. “Kami akan usahakan biar tetap sekolah. Apalagi sekarang lagi digencarkan Gerakan Kembali Sekolah oleh Pemkab Brebes,” pungkasnya.

(Setiawan/ red38)

BERITA LAINNYA