Take a fresh look at your lifestyle.

Empat Sekolah Ikut Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

99

SLAWI, smpantura.com – Empat sekolah di Kabupaten Tegal akan mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) tingkat Provinsi Jateng yang akan dimulai 5 April mendatang. Sekolah tersebut adalah SMA 3 Slawi, SMK 3 Slawi, MAN 1 Tegal dan SMP Slawi.

Kepala SMP 1 Slawi Mujiharti mengatakan, menjelang uji coba, sekolah telah melengkapi sarana prasarana tempat cuci tangan agar kegiatan berlangsung sesuai protokol kesehatan.
“Kami telah memasang wastafel di 21 titik. Semua sudah dipersiapkan, wastafel yang berderet di bawah tangga . Tinggal memperkuat Satgas Covid-19 di sekolah dan memasang spanduk-spanduk informasi pencegahan Covid-19,”jelas Mujiharti, Rabu (24/3).

Mujiharti mengatakan, untuk pelaksanaan uji coba PTM, SMP 1 Slawi akan melakukan sesuai petunjuk Dinas Pendidikan dan Kabupaten Tegal. Petunjuk tersebut seperti yang pernah dilaksanakan di sekolah saat melakukan PTM sebelumnya.

“Skenarionya dengan menggunakan sistem shift. Siswa akan masuk tiga kali dalam seminggu. Hari Senin untuk siswa nomor absen 1 sampai 16, dan Selasa untuk siswa nomor absen 17 sampai 32,”tuturnya.
Untuk pembelajaran akan dilakukan mulai pukul 07.00 sampai 10.20. Untuk mencegah siswa berkerumun, waktu istirahat dilakukan di dalam kelas. Siswa diminta membawa makan maupun minum sendiri.

Terpilih sebagai salah satu sekolah yang mengiktu uji coba PTM Provinsi Jateng, sejatinya SMP 1 Slawi telah melaksanakan PTM sejak 16 Maret 2021. Hal ini juga telah dilakukan sebagian besar SMP di Kabupaten Tegal.
Mujiharti mengatakan, sebelumnya sekolah meminta pendapat orangtua terkait kegiatan pembelajaran di masa pandemi, Ternyata banyak orangtua yang menghendaki PTM.

“Orangtua yang menghendaki, sekarang juga banyak masalah. Anak tidak ke sekolah, justru motor-motoran tidak pakai masker. Jadi lebih baik ke sekolah,”ujarnya.

Selain itu, lanjut Mujiharti, PTM dilakukan dalam rangka menghadapi ujian. Dijelaskan olehnya, saat pelaksanaan ujian tengah semester yang lalu, ada sejumlah siswa yang belum menyelesaikan ujian. Untuk itu, PTM saat ini memberi kesempatan siswa menyelesaikan tugasnya, sekaligus untuk keperluan penilaian kenaikan kelas.
“Tidak semua bisa mengikuti ujian secara daring, karena terkendala jaringan internet,”sebutnya.
Sementara itu, Wakil Kepala SMK 1 Slawi Bidang Kesiswaan Sri Retni Ningsih menyebutkan, menjelang uji coba PTM, seluruh guru dan karyawan mengikuti penyuntikan vaksinasi Covid-19.

Selain itu, sekolah juga memastikan sarana prasarana penunjang protokol kesehatan terpenuhi dengan baik.
Retno menyebutkan, dalam uji coba nanti, PTM dilaksanakan empat jam dalam sehari. Kegiatan pembelajaran dimulai pukul 07.30 sampai 11.30 tanpa ada istirahat. Setiap hari jumlah siswa yang masuk dibatasi maksimal 110 siswa. Dalam sehari ada tiga kelas yang masuk. Masing-masing kelas berisi 36 siswa. Kegiatan PTM dilaksanakan di laboratorium.

“Di SMK yang diutamakan praktek, maka pakai laboratorium. Separo di lab 1 , separo di lab 2,”sebutnya. Menurut Retno, siswa yang akan diikutkan uji coba PTM mulai 5 sampai 16 April adalah siswa kelas X. Jumlah siswa kelas X sebanyak 700 terbagi dalam rombongan belajar. Dipilihnya siswa kelas X untuk mengikuti uji coba PTM, karena ada materi pembelajaran yang harus dihabiskan pada saat di bangku kelas X.

Adapun SMK 1 Slawi memiliki enam jurusan dengan jumlah siswa lebih dari 1.900 orang. Disebutkan, SMK 1 Slawi pada akhir semester gasal telah melaksanakan PTM selama dua minggu untuk kegiatan ujian kompetensi keahlian (UKK). “Kami telah meminta ijin kepada Satgas Covid -19 dan Cabang Dinas. ,”sebutnya.

BERITA LAINNYA