Take a fresh look at your lifestyle.

Empat Pilar Kebangsaan Perkuat Basis Ideologi

200

PEMALANG – Empat pilar kebangsaan akan memperkuat basis ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu empat pilar kebangsaan yang terdiri atas Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI terus disosialisakan ke tengah-tengah masyarakat.

 

Anggota DPR RI Hendrawan Supratikno juga ikut menyosialisasikan empat pilar kebangsaan, Minggu (9/2). Sosialisasi dilaksanakan di hotel Panorama, Randudongkal menyasar kepada warga Randudongkal dan sekitarnya.

 

“Tujuan dari empat pilar kebangsaan adalah untuk memperkuat basis ideologi sehingga sebagai warga negara kita mampu mempertahankan persatuan dan keutuhan negara,”kata Hendrawan anggota Fraksi PDIP yang bertugas di Komisi XI.

 

Dengan mengenal empat pilar kebangsaan maka masyarakat akan terhindar dari upaya-upaya menolak ideologi negara. Menurut dia baru-baru ini diberitakan adanya kelompok-kelompok yang sudah menolak empat pilar kebangsaan, namun mereka hendak kembali ke negara ini yakni eks ISIS.

 

Menurutnya dalam menyikapi eks ISIS saat ini ada dua pemikiran yang argumentasinya sama kuat.”Dalam konstitusi tugas negara adalah melindungi segenap warga negara, mereka mengggunakan konstitusi ini sehingga menyilakan kembali eks ISIS masuk ke Indonesia meskipun harus melalui proses deradikalisasi,”ujarnya.

 

Adapun pemikiran yang lain lanjut dia eks ISIS sudah menanggalkan kewarganegaraan RI kemudian mereka menjadi warga negara ISIS. Selanjutnya mereka adalah angkatan perang negara lain.

 

Mereka lanjutnya sudah tidak perlu diurus lagi karena sudah bukan warga negara Indonesia. Namun demikian masalah ini menurut Hendrawan akan dibicarakan serius oleh Presiden melalui rapat terbatas.

 

“Kalau PDIP, teman-teman di Komisi I cenderung tidak menerima eks ISIS karena mereka sudah menolak ideologi negara, mereka sudah menjadi pasukan negara asing yang melawan pemerintah yang sah di sana, kemudian kepergiannya dari Indonesia juga tidak izin,”bebernya. Eks ISIS ini dikhawatirkan akan akan menyebarkan virus permusuhan dan virus kebencian.(Ali Basarah)

BERITA LAINNYA