Take a fresh look at your lifestyle.

Empat Hari Dirawat, PDP Asal Kecamatan Adiwerna Meninggal

218

SLAWI – Setelah menjalani perawatan di RSUD Dr Soeselo Slawi, Kabupaten Tegal selama empat hari, warga dari Kecamatan Adiwerna yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal, Sabtu (4/4) pagi tadi. PDP berjenis kelamin laki-laki dan berusia 39 tahun tersebut diketahui sebelumnya memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19.

Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Tegal dr Joko Wantoro mengatakan, hasil tracking petugas kesehatan, menunjukkan pasien yang bersangkutan memiliki riwayat perjalanan dari Bali. Namun demikian, atas meninggalnya PDP ini, pihaknya belum bisa memutuskan penyebab kematiannya karena masih menunggu hasil tes swab. “Tes swab sudah kami lakukan dua kali selama pasien dirawat di rumah sakit, terakhir kemarin hari Jumat, tapi sampai hari ini, hasilnya belum kami terima”, katanya.

Namun demikian, lanjut Joko, PDP yang datang sendiri ke rumah sakit empat hari lalu dan tanpa rujukan Puskesmas ini memiliki riwayat penyakit penyerta atau komorbid yang sudah diderita sebelumnya seperti Tuberkulosis dan penyakit lainnya. Adanya sejumlah penyakit pendamping tersebut, urai Joko, menjadikan pihak rumah sakit belum bisa memastikan penyebab kematiannya, ditambah masih harus menunggu hasil uji laboratorium.

Sementara untuk pengurusan jenazahnya, pihak rumah sakit telah menerapkan standar operasional prosedur penanganan jenazah pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Perihal kematian ini pun juga sudah diketahui keluarga dan pemerintah desa setempat dimana warganya mengizinkan jenazah dimakamkan di kampung halamannya di Adiwerna.

“Pada kasus ini, kita terapkan prosedur penanganan Covid-19 sebagai antisipasi kemungkinan terburuk pasien meninggal terpapar Virus Korona. Saya memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah desa dan warga desa setempat yang ikut mendukung, membantu menyiapkan tempat untuk pemakamannya,” katanya.

Joko meminta warga tetap tenang namun juga waspada, tidak menstigma pasien yang sudah meninggal ini karena terinfeksi Covid-19 karena memang hasil tesnya belum keluar. Soal antisipasi risiko penularannya, Joko menyampaikan jika saat ini pihaknya sedang melakukan rapid test pada kontak erat di lingkungan keluarganya.

“Soal ini, warga tidak perlu khawatir tertular, sepanjang disiplin tetap tinggal di rumah, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan sesering mungkin, tidak menyentuh mulut, hidung dan mata sebelum cuci tangan, tidak bersentuhan secara fisik, menjaga jarak aman fisik minimal satu hingga dua meter dengan siapa pun, entah itu dengan anggota keluarga, teman ataupun tetangga, terlebih mereka yang baru datang dari zona merah”, katanya.

Ditanya soal pengaruhnya pada statistik perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal hari ini, Joko menerangkan, pihaknya belum bisa mengkategorikan kasus ini didaftar sebagai penduduk Kabupaten Tegal yang meninggal akibat infeksi Covid-19. Demikian pula dengan kasus pasien meninggal di RSUD dr Soeselo Slawi asal Desa Karangjambu Kecamatan Balapulang yang juga disertai komorbid. “Sepanjang belum ada hasil tes swab yang menunjukkan hasil positif, maka kami tidak bisa mengkategorikannya sebagai kasus terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19”, pungkasnya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA