Take a fresh look at your lifestyle.

Empat Camat Penuhi Panggilan Polres Tegal

73

SLAWI,smpantura.com – Empat camat di Kabupaten Tegal, Senin (2/8) pagi hadir memenuhi panggilan Polres Tegal untuk memberikan keterangan terkait aduan masyarakat tentang foto dan video para camat yang diduga melanggar protokol kesehatan.

Mereka dipanggil sebagai saksi, yakni Camat Lebaksiu Mochamad Dhomiri yang juga Ketua Forum Komunikasi Camat Kabupaten Tegal, Camat Tarub Sumiyati, Camat Slawi Wuryanto dan Camat Bumijawa Susworo.
Mereka menjalani pemeriksaan di ruang Unit II Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Tegal lebih dari dua jam.

Ditemui usai menjalani pemeriksaan, Mochamad Dhomiri menyampaikan, pihaknya telah memberikan keterangan kepada tim penyidik terkait kegiatan yang dilakukan para camat pada hari kejadian. “Secara prinsip saya sudah memberikan keterangan sebenar-benarnya dan sejujur-jujurnya kepada tim penyidik. Atas nama pibadi dan dinas kami mohon maaf atas segala salah khilaf kami,”jelas Dhomiri didampingi tiga camat.

Dhomiri menyebutkan, foto bersama yang diikuti para camat merupakan acara spontanitas yang dilakukan pada 24 Juli 2021. Seperti dijelaskan olehnya pada Kamis (29/7), foto-foto itu hanya untuk kenang-kenangan dan kepentingan pribadi. Sebab, ada tiga orang camat yang akan purna tugas di tahun 2021 ini. Mereka yakni Camat Pangkah, Jatinegara dan Kedungbanteng.

“Jadi waktu itu kita habis rapat di komisi I DPRD. Lalu kita pulang dan berkumpul di kantor Kecamatan Slawi untuk foto bersama, foto itu semata-mata hanya untuk kenang-kenangan saja. Tidak ada maksud lain, tidak ada acara pelepasan,” kata Dhomiri saat itu.

Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafa’at melalui Kasatreskrim Polres Tegal AKP I Dewa Gede Ditya Khrisnanda mengatakan, empat camat dipanggil sebagai saksi. Mereka dimintai keterangan terkait dengan pengaduan masyarakat tentang dugaan pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi di Kantor Kecamatan Slawi. Aduan tersebut belum menyebutkan pihak terlapor.

“Intinya dari pihak masyarakat melaporkan kepada petugas kepolisian, bahwa telah terjadi kegiatan yang diduga melanggar protokol kesehatan,”terang Dewa.

Dewa mengatakan, pengaduan disampaikan warga dengan dilengkapi lampiran foto yang menunjukkan para camat tanpa menggunakan masker , dan diantaranya menunjukkan salah satu camat benyanyi dengan memegang mik tanpa menggunakan masker.

Dewa mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan terhadap empat camat hari itu, untuk mendapatkan gambaran secara utuh kronologis kejadian tersebut.“Bila dipandang perlu , kami akan melakukan pemeriksaan terhadap yang lain, yang terdapat dalam foto,”terang Dewa.

Dewa menyebutkan, kegiatan yang diduga melanggar prokes ini diadukan oleh DA warga Desa Kalisoka, Kecamatan Dukuhwaru pada Kamis (29/7) lalu.

Dalam foto-foto yang dilampirkan tidak terlihat secara keseluruhan berapa orang camat yang hadir. Namun, dari keterangan pengadu, diduga ada 15 camat yang hadir di tempat tersebut.

Sementara itu, Bupati Tegal Umi Azizah saat ditanya tentang sanksi bagi para camat tersebut menyebutkan, sedang diproses. (T04-Red)

BERITA LAINNYA