Take a fresh look at your lifestyle.

Empat Bulan Pekerja Seni di Brebes Kehilangan Penghasilan

- PAPPRI Audiensi Desak Kran Pentas Dibuka

177

BREBES – Empat bulan terakhir ratusan pekerja seni di Kabupaten Brebes, kehilangan penghasilannya akibat pendemi virus korona (Covid-19). Kondisi tersebut mendorong puluhan perwakilan pekerja seni yang tergabung dalam Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Kabupaten Brebes melakukan audiensi bersama Pemkab Brebes, Rabu (24/6).

Mereka beraudiensi untuk mendesak kran pentas seni dan musik di Kota Bawang dibuka. Mereka juga meminta Pemkab segera menerapkan new normal.Desakan itu disampaikan karena mereka sangat terdampak atas terjadinya pendemi virus korona. 

Pekerja seni yang berjumlah sekitar 30 orang tersebut beraudiensi di Ruang Rapat Sekda Pemkab Brebes. Mereka langsung ditemui Asisten II Sekda Pemkab Brebes, Tetty Yuliana didampingi Kabag Hukum Setda Pemkab Brebes, Moh Syamsul Haris.

Ketua DPC PAPPRI Kabupaten Brebes, Taufik A Hakim mengatakan, pihaknya beraudiensi untuk menyampaikan aspirasi terkait kondisi para pekerja seni yang sangat terdampak pendemi Covid-19. Sudah empat bulan terakhir para pekerja seni di Brebes tidak bisa berkarya, yang imbasnya pada perekonomian para pekerja seni. Sehingga, pihaknya meminta agar kran pentas dibuka. “Intinya, kami beraudiensi untuk meminta kran pentas bagi pekerja seni diperbolehkan lagi,” tandasnya usai audiensi.

Menurut dia, warga di Brebes yang sumber pengasilannya berkaitan dengan pekerjaan seni, jumlahnya mencapai sekitar 25.000 orang. Di saat Covid-19, para pekerja seni yang terdampak memang mendapat bantuan dari Pemkab Brebes. Jumlah penerima bantuan dari para pekerja seni ada sekitar 200 orang dan saat ini sedang diusulkan adanya tambahan ke Dinas Sosial sebanyak 600 orang. Bantuan tersebut memang dirasa membantu dalam kondisi saat pendemi. Namun bantuan itu hanya bersifat sementara dan sebatas stimulan. “Kami sangat berharap aspirasi ini direspon, karena para pekerja seni ini sudah empat bulan tidak bisa berkarya dan tidak mendapat penghasilan,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dari audiensi tersebut diketahui saat ini Pemkab Brebes tengah menyusun regulasi berupa Peraturan Bupati (Perbup) terkait penerapan new normal. Untuk itu, pihaknya sangat mengapresiasi langkah pemkab dan mendorong agar Perbup segera selesai. Sehingga, new normal bisa segera diterapkan dan para pekerja seni dapat kembali berkarya dengan memgacu protokol kesehatan. “Adanya penyusunan draf Perbup untuk persiapan new normal ini, kami mendorong agar segera diselesaikan. Apalagi dibulan Agustus nanti ada momentum para pekerja seni bisa berkarya,” ungkapnya.

Sementara Asisten II Sekda Pemkab Brebes, Tetty Yuliana mengatakan, dari hasil audiensi tersebut para pekerja seni meminta percepatan regulasi new normal. Sehingga, tidak ada lagi pembatalan pesanan pentas karena terbentur aturan pendemi korona. Dalam upaya percepatan itu, Pemkab saat ini tengah menyusun draf Perbup terkait persiapan new normal. Dari draf Perbup itu, rencananya minggu depan sudah masuk finalisasi pembahasan. Selanjutnya, Pemkab akan kembali mengundang steakholder, termasuk PAPPRI untuk mengecek barangkali masih ada hal yang belum terakomodir. Sehingga, pihaknya perlu masukan-masukan dari steakholder.

“Draf Perbup ini kami targetkan minggu depan sudah finalisasi. Kami juga sangat berhati-hati dalam pembahasan Perbup ini, sehingga jangan sampai adanya Perbup justru akan menjerumuskan,” pungkasnya.

(Setiawan-red2) 

BERITA LAINNYA