Take a fresh look at your lifestyle.

E-TLE Diterapkan di Brebes, Ini Sistem Kerjanya

62

BREBES, smpantura.com – Sistem Electronic Traffic Low Enforcement (E-TLE) atau tilang elektonik resmi diterapkan di Kabupaten Brebes, Selasa (23/3). Bahkan, jajaran Polres Brebes memasang lima kamera pengintai untuk memantau pelanggaran lalu lintas yang terjadi di jalur Pantura Brebes. Lalu bagaimana sistem kerja sistem E-TLE ini?

Kapolres Brebes, AKBP Gatot Yulianto menjelaskan, kendaraan yang melanggar nantinya akan terekam kamera yang telah dipasang di beberapa titik tersebut. Bagi pengendara yang melanggar, setelah terekam dalam kamera akan diproses oleh operator. Dari proses ini, akan diketahui identitas kendaraan, dari mulai nomor polisi, nama pemilik dalam STNK hingga alamatnya. Setelah itu, petugas akan mengeluarkan surat pemberitahuan pelanggaran lalu lintas yang diberikan pada si pelanggar, dilengkapi dengan bukti-bukti pelanggarannya. “Jadi, surat pemberitahuan pelanggaran ini akan dikirim ke pelanggar. Nantinya dalam surat ini, kami sertakan foto terjadinya pelanggaran lalu lintas ini,” katanya.

Setelah surat diterima, lanjut Kapolres, pelanggar diminta untuk mengkonfirmasi pelanggaran yang telah dilakukan melalui alamat link, yang dicantumkan juga dalam surat tersebut. Setelah melakukan konfirmasi, pelanggar briva sebagai bukti untuk melakukan pembayaran denda tilang. Pembayaran denda tilang itu dapat dilakukan di Bank BRI atau bank lainnya. Bagi pengendara yang melanggar itu diberi batas waktu konfirmasi maksimal selama 10 hari, dan batas waktu pembayaran denda tilang setelah konfirmasi selama 7 hari. “Nah, kalau pelanggar tidak melakukan konfirmasi atau pembayaran denda tilang selama batas waktu yang diberikan kendaraan akan diblokir,” tandasnya.

Lalu bagaimana bagi kendaraan dengan STNK yang namanya bukan pemilik saat ini, atau belum balik nama? Kapolres menjelaskan, sistem E-TLE ini bisa diterapkan juga pada kendaraan yang belum balik nama atau nama pemilik kendaraannya masih pemilik lama. Nantinya ketika terjadi pelanggaran, surat akan dikirim ke nama dan alamat yang tertera di identitas kendaraan yang tercatat dalam data kepolisian. Dari alamat itu, nantinya pemilik lama akan meminta konfirmasi kepada pemegang atau pemilik kendaraan yang baru. Setelah itu, pemilik kendaraan saat ini melakukan konfirmasi ke link yang sudah disediakan dalam surat, dan baru bisa melakukan pembayaran denda. “Ketika si pemilik atau pemegang kendaraan saat ini tidak melakukan pembayaran denda, secara otomatis kendaraan akan kami blokir,” pungkasnya.

(T05-red)

BERITA LAINNYA