Take a fresh look at your lifestyle.

Duh! Pelaku Industri Tekstil Menjerit, Harga Bahan Baku Melangit

89

TEGAL – Para pelaku industri tekstil di Kota Tegal mengeluhkan mahalnya harga bahan baku benang. Bahkan, keberadaannya mulai mengalami kelangkaan pada awal Maret ini.

Keluhan tersebut salah satunya datang dari pemilik PT Asaputex Jaya, Jamaludin Alkatiri yang bergerak dalam bidang tekstil sarung. Menurutnya, saat ini harga benang 40/2 mampu mencapai Rp 12 juta per bal.

Padahal, pada Desember 2020 lalu harga benang per bal hanya berkisar Rp 8 juta saja. Berdasarkan informasi yang diperoleh Jamal, naiknya harga benang terjadi lantaran minimnya ketersediaan bahan baku.

“Keran ekspor bahan baku dari Indonesia sangat besar. Padahal kebutuhan domestik masih minim. Mungkin Pemerintah dapat merespon masalah ini,” terang Jamal saat ditemui, Sabtu (13/3) kemarin.

Jamal mengemukakan, jika kondisi ini masih dibiarkan, tanpa ada kontrol dari Pemerintah, maka bukan tidak mungkin April mendatang akan banyak pelaku industri yang gulung tikar. Dampaknya, kemungkinan besar akan ada pekerja yang dirumahkan.

Padahal, bulan Maret ini para pelaku industri tekstil sedang gencar-gencarnya menerima pesanan dari konsumen di dalam negeri maupun luar negeri.

“Kita secara berkelanjutan sudah mengekspor sarung ke berbagai negara di Timur Tengah dan Afrika. Untuk yang terbaru, kita juga pasok sarung tenun ke Kongo dengan harga lima kali lipat,” katanya.

Ditambahkan, selain benang 40/2, kenaikan harga juga terjadi pada benang TR atau rayon. Kenaikan terjadi sejak awal tahun 2021, dari harga semula Rp 5 juta per bal menjadi Rp 7 juta per bal.

“Bahan baku ini seharusnya diberikan untuk kebutuhan domestik dulu, daripada langsung diekspor. Toh nantinya produk kita juga akan diekspor dengan nilai jual yang lebih tinggi,” tukasnya. (T03-red)

BERITA LAINNYA