Take a fresh look at your lifestyle.

Dua Nenek Jompo Diprioritaskan Dapat Bantuan

57

SLAWI, smpantura.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Kalisoka, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal memprioritaskan bantuan untuk dua Dua nenek yang hidup serumah itu telah mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa (DD) dan Jaminan Hidup (Jadup) dari Pemerintah Pusat.

Kepala Desa Kalisoka, Ahmad Dumeri mengatakan, nenek Tamah dan Ridah sejak lama telah mendapatkan bantuan dari Pemdes Kalisoka. Pasalnya, dua nenek itu sudah tidak bisa mencari pendapatan. Terlebih saat Ridah yang selama ini menjadi tulang punggung kakaknya itu, sudah tidak bisa berjalan jauh. Ridah sebelumnya mencari sisa gabah usai panen untuk menyambung hidup.

“Tiap ada bantuan, dua nenek itu diprioritaskan. Warga sekitar juga sangat peduli dengan keduanya,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, sejak BLT DD dikucurkan pada awal pandemi Covid-19 tahun 2020, nenek Tamah rutin mendapatkan bantuan sebesar Rp 300 ribu perbulan. Sedangkan di tahun 2021, giliran nenek Ridah yang mendapatkan BLT DD. Selain itu, dua nenek tersebut juga mendapatkan Jadup tiap bulan besarnya Rp 250 ribu.

“Ada warga yang sukarela membantu memasak dan membersihkan rumah nenek itu. Walaupun keduanya sudah tidak bisa apa-apa, tapi kehidupannya terjamin,” terang Dumeri.

Nenek Ridah mengaku sangat bersyukur dengan perhatian Pemdes Kalisoka dan warga sekitar. Selama ini, Pemdes selalu memberikan bantuan berupa uang dan sembako. Bahkan, Kades Dumeri kerap mengirimkan makanan untuk dirinya.

“Warga sekitar juga suka membantu kalau rumah bocor dan rusak,” katanya.

Dua nenek itu tinggal di sebuah rumah tua. Namun, kondisinya cukup layak karena beberapa tembok terlibat sudah diperbaiki. Namun, karena keduanya sulit beraktivitas, sehingga terkesan kurang rapih. Nenek Ridah yang sebelumnya bekerja mengumpulkan gabah usai panen padi itu, kini hanya bisa tinggal di rumah. Keterbatasan jalan, pendengaran, dan penglihatan membuatnya hanya bisa beraktivitas di sekitar rumah. Sementara mbah Tamah hanya bisa duduk. Kebutuhan mereka selain dibantu relawan Panti Jompo keliling, juga warga sekitar dan pemerintahan desa. (T05-Red)

BERITA LAINNYA