Take a fresh look at your lifestyle.

Dua Kontraktor di Kota Tegal Jadi Tersangka

* Proyek Pembangunan Ruang Guru SMPN 17 Kota Tegal

199

TEGAL – Penyidik di Unit II Tipikor Sat Reskrim Polres Tegal Kota, akhirnya menetapkan dua kontraktor menjadi tersangka, kasus mangkraknya pembangungan ruang guru di SMPN 17 Kota Tegal.

Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah SSi melalui Kasat Reskrim AKP Agus Budi Yuwono SH MH mengatakan, kedua kontraktor yang menjadi tersangka adalah Direktur CV Omega bernisial Ru (72) selaku pemenang lelang proyek pembangunan itu, dan pelaksana pekerjaan pembangunan Up (49).

”Dua kontraktor ini, diduga sama-sama memiliki modus operandi mendapatkan keuntungan dari proyek pembangunan ruang guru ini. Tapi pekerjaan proyek pembangunannya yang baru 35 persen digarap, tak sesuai bestek atau persyaratan yang telah ditentukan,” terang Kasat Reskrim didampingi Kanit II Tipikor Sat Reskrim Iptu Daryanto dan salah seorang penyidikitnya Aiptu Masrikin.

AKP Agus Budi Yuwono mengungkapkan, berdasarkan penelusuran Tim Ahli Struktur dan Geoteknik Unnes Semarang, dan Tim BPKP Perwakilan Jateng, ada dugaan kerugian negara, yang mencapai Rp 234.005.000.

Pengembangan penyidikan kasus tersebut, diakui memakan waktu cukup lama. Dimulai dari mangkraknya proyek senilai Rp 774.950.00 tahun anggaran (TA) 2014 hingga 2018.

Kemudian ada kendala teknis, yakni ada tim ahli dari Unnes Semarang yang sakit. Selanjutnya baru ada khabar penggantinya di tahun 2019.

”Jadi sepanjang tahun pengembangan penyidikan selanjutnya baru dilakukan pada 22 Juli 2019, dan akhirnya sekarang penyidik baru dapat menetapkan tersangkanya,” tandas dia.

15 Saksi

Dari rangkaian kegiatan pemeriksaan untuk pengembangan penyidikan kasus mangkraknya proyek pembangunan ruang guru di SMPN 17 Kota Tegal, penyidik telah memeriksa 15 orang saksi.

Kedua saksi di antaranya, kini telah ditetapkan sebagai tersangka kasus tersebut.

Kasus tersebut, lanjut dia, berawal dari kegiatan lelang proyek pengadaan barang atau jasa pembangunan fisik gedung (Ruang Guru) sekolah itu senilai Rp 804.166.000, berasal dari APBD Kota Tegal TA 2014.

Lelang digelar di Kantor Disdik Kota Tegal, Jl Ki Gede Sebayu Kompleks Perkantoran Wali Kota Tegal, pada tanggal 15 Juli sampai 19 Agustus 2014.

”Tersangka Up AMd yang menggunakan bendera CV Omega (Direktur Ru), ikut menjadi peserta lelang dan menang. Dengan nilai kontrak yang ditandatangani sebesar Rp 774.950.000,” terang dia.

Dalam naskah kontrak itu, tertulis pernyataan, pekerjaan harus selesai selama 120 hari. Terhitung sejak 29 Agustus hingga 26 Desember 2014.

Penandatangan kontrak dilakukan Direktur CV Omega Ru yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Hasil penyidikan Unit II Tipikor Sat Reskrim Polres Tegal Kota, terungkap pelaksana pekerjaan pembangunann fisik ruang guru dua lantai itu adalah Up.

Antara Direktur CV Omega (Ru) dan Up, ternyata juga sudah ada perjanjian kontrak dengan fee (bagi keuntungan) sebesar tiga persen dari nilai kontrak.

Kemudian dikurangi pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10 persen, juga dari total nilai kontrak.

Setelah proyek dibangun, kemudian diperiksa oleh pejabat pembuat komitmen (PPK), ternyata bangunan ruang guru yang digarap, tak sesuai bestek atau persyaratan yang ditentukan.

PPK memerintahkan bangunan yang baru selesai 35 persen dibongkar. Tapi Up menolak, dan akhirnya bangunan mangkrak hingga sekarang.

Kasus itu kemudian dilaporkan ke Sat Reskrim Polres Tegal Kota. Sampai akhirnya kini ditetapkan dua tersangka. Yakni Ru dan Up.(Riyono Toepra-red07)

  • Baca Juga : ”Hasil Penelitian Tim Ahli Struktur Unnes Semarang”.
BERITA LAINNYA