Take a fresh look at your lifestyle.

DPRD Panggil PT KAI dan Pemkot Tegal

141

TEGAL – DPRD dalam waktu dekat ini akan memanggil PT KAI dan Pemkot Tegal terkait adanya rencana pembongkaran di lahan milik PT KAI di Implasement Dipo Lokomotif Tegal Daop 4 Semarang yang berada di wilayah RW VII, Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur. Hal itu disampaikan Ketua DPRD sementara, Edy Suripno, kemarin.

Menurut dia, upaya tersebut tersebut dilakukan untuk membahas terkait persoalan nilai ganti bongkar terhadap rumah warga yang selama ini telah bermukim di tempat tersebut. “Kami meminta adanya penjelasan dan kepastian tentang persoalan ini, termasuk tentang jumlah ganti rugi kepada warga yang rumahnya dibongkar,” katanya.

Edy Suripno menyatakan, kedudukan warga di area tersebut memang sangat lemah karena berada dalam zona pengembangan PT KAI di jalur perkeretaapian. Meskipun demikian, nilai ganti bongkar yang ditetapkan PT KAI kepada warga yang terdampak dinilai belum manusiawi. Seharusnya dihitung dari pertumbuhan ekonomi dan nilai kelayakan. “Sebab, yang dipindah adalah orang, bukan memindahkan barang atau suatu tempat, tapi orang yang di dalamnya merupakan orientasi suatu daerah. Orang tersebut menjadi subjek sekaligus objek pembangunan. Karena itu, harus dilindungi sehingga perlu ada negosiasi dan agar mempertimbangkan itu,” katanya.

Dia mengemukakan, Pemkot Tegal perlu memfasilitasi penyelesaian persoalan PT KAI dengan warga secara bersama-sama karena di lokasi tersebut telah terbentuk struktur pemerintahan, baik RT maupun RW. Selam ini warga juga ditetapkan sebagai wajib pajak yang terkait dengan iuran Pajak Bumi Bangunan (PBB) dan lainnya. “Atas peristiwa ini, ke depan dalam pengembangan yang dilakukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seyogyanya diberitahukan terlebih dulu kepada unsur penyelenggara pemerintahan, yakni DPRD dan Pemkot. Apalagi sejak adanya rencana itu belum ada pembahasan dari PT KAI maupun Pemkot, sehingga DPRD menyayangkan hal tersebut,” tegasnya.

Sebelumnya PT KAI akan melakukan pembongkaran di lahan tersebut untuk kepentingan Mesin Bubut Roda di Implasement Depo Lokomotif Tegal. Rencana pelaksanaan penertiban lahan dilakukan akhir September 2019. Adapun untuk ganti bongkar bangunan permanen warga Rp 250.000 / meter persegi dan semi permanen Rp 200.000/meter persegi.(Wawan Hoed/Red1)

BERITA LAINNYA