Take a fresh look at your lifestyle.

DPRD Kabupaten Tegal Tunda Kegiatan Luar Kota

113

SLAWI – DPRD Kabupaten Tegal patuhi himbauan Gubernur Jateng dan Bupati Tegal untuk pencegahan mewabahnya Virus Corona (Covid-19). Sedikitnya ada dua agenda DPRD keluar kota ditunda, yakni bedah Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tegal di Semarang dan Kunjungan Kerja di wilayah Jawa Barat.

“Bedah LKPJ seharusnya dilaksanakan besok (Selasa, 17 Maret 2020) dan kunjungan kerja ke Jawa Barat rencana pekan depan, tapi kami tunda sementara waktu,” kata Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Agus Salim saat ditemui sebelum Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tegal agenda penyampaikan LKPJ Bupati Tegal, Senin (16/3).

Dikatakan, dua agenda DPRD itu akan ditunda hingga 1 April 2020. Namun demikian, pihaknya menunggu situasi dan kondisi wabah Virus Corona. Jika kondisi sudah membaik, maka waktu bedah LKPJ dan kunjungan kerja akan diagendakan ulang. Sementara itu, kegiatan yang dilakukan di lingkungan DPRD Kabupaten Tegal akan tetap berjalan.

“Agenda yang di lingkup DPRD tetap berjalan. Seperti paripurna kali ini, karena penyampaian LKPJ tidak bisa ditunda maksimal akhir bulan ini,” terangnya.

Namun demikian, lanjut dia, rapat paripurna terbatas hanya untuk anggota DPRD. Tamu undangan tidak diwajibkan untuk hadir. Terkait dengan anggaran bencana yang telah dialokasikan dalam APBD Kabupaten Tegal tahun 2020, Agus menuturkan, alokasi anggaran bencana sekitar  Rp 3 miliar. Namun demikian, pihaknya akan menambah anggaran tersebut jika sudah ada aturan dari Pemerintah Pusat.

“Kami minta Bupati untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk penambahan anggaran bencana. Apakah akan dilakukan percepatan perubahan APBD atau menggunakan anggaran terlebih dahulu,” beber Sekretaris DPC PKB Kabupaten Tegal itu.

Ditambahkan, Pemkab diminta untuk berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk penanganan warga Tegal yang pulang kampung dari luar negeri. Diperkirakan, ada sekitar 2 ribu orang yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) yang akan pulang ke Kabupaten Tegal. Selain pemeriksaan kesehatan, juga dibutuhkan ruang isolasi dengan jumlah banyak. Sejauh ini, ruang isolasi yang dimiliki RSUD Dr Soeselo terbatas. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA