Take a fresh look at your lifestyle.

DPRD Desak Pengisian Jabatan Sekda Kota Tegal

156

<B>TEGAL<P> – Sejumlah anggota DPRD mendesak Pemkot Tegal untuk segera melaksanakan pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Setda) dan eselon II. Sebab, adanya kekosongan jabatan tersebut dinilai sudah kronis dan memprihatinkan.

Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD, Sutari, saat membacakan pendapat akhir dalam rapat paripurna persetujuan LPP APBD tahun 2018 mengatakan terkait dengan peningkatan kinerja pemerintah daerah, PDI Perjuangan mendorong agar pengisian jabatan sekretaris daerah melalui pansel Sekda dan pansel pejabat eselon II agar segera dilaksanakan. “Kondisi seperti ini harusnya membuat kita semua malu karena dianggap tidak mampu menghadirkan wajah pemerintahan yang profesional dan kompetibel. Kita semua meyakini banyaknya pejabat pelaksana tugas (Plt) menjadikan kerja Pemerintah Daerah lambat dan kurang responsif,” ujarnya.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan, Rosalina menamabahkan, pihaknya meminta agar Wali Kota Tegal segera melakukan proses seleksi Sekda definitif sesuai peraturan yang berlaku. Sebab, kekosongan jabatan tersebut sudah berlangsung lebih dari enam tahun. “Selama kekosongan jabatan Sekda tercatat sudah lima kali jabatan Sekda Pelaksana Tugas (Plt) dan Pejabat Sementara (PJ). Apakah dalam kurun waktu kepemimpinan yang baru akan di Plt atau PJ-kan terus? ” katanya.

Menurut dia, pihaknya menyampaikan persoalan tersebut dengan tujuan agar tercipta tata kelola pemerintahan yang baik. Berdasarkan Undang – Undang (UU) No. 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 214 ayat (3) disebutkan masa jabatan penjabat sekretaris daerah paling lama enam bulan dalam hal sekretaris daerah tidak bisa melaksanakan tugas, atau, paling lama tiga bulan dalam hal terjadi kekosongan sekretaris daerah.

Selain itu, juga diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 tahun 2018 tentang pPenjabat Sekretaris Daerah, Pasal 10 ayat (1) disebutkan proses seleksi terbuka sekretaris daerah oleh kepala daerah harus sudah dimulai paling lambat lima hari kerja, terhitung sejak terjadinya kekosongan sekretaris daerah.

Hal serupa sebelumnya juga disampaikan, juru bicara fraksi Pantura DPRD, Abas Thoya Bawazir. Dia mengatakan pada paripurna sebelumnya, Wali Kota menyampaikan jika panitia seleksi (pansel) sekda sudah dibentuk dan siap bekerja sebagaimana tugas pokok dan fungsinya. Namun, hingga kini tak kunjung terealisasi. “Bahkan nama-nama calon pansel belum diinventarisir,” katanya.

Terkait hal itu, pihaknya menyarankan agar Wali Kota Tegal tidak begitu saja mempercayai kinerja bawahannya, tanpa ada cross check lebih dulu terkait persoalan tersebut. “Wali kota harus lebih berhati-hati terhadap laporan yang bersifat asal bapak senang (ABS),” tegasnya.

Wali Kota, Dedy Yon Supriyono sebelumnya menyampaikan, Pemkot Tegal kini mulai melakukan tahap pembentukan keanggotaan Pansel dan Penyusunan Dokumen Seleksi Terbuka untuk mengisi kekosongan jabatan Sekda. “Untuk persyaratan jabatan, standar kopentensi dan rencana jadwal seleksi terbuka Sekda akan dilakukan langkah-langkah koordinasi dengan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Yakni, guna mendapatkan rekomendasi pelaksanaan seleksi,” katanya.(Wawan Hoed/Red1)

BERITA LAINNYA