Take a fresh look at your lifestyle.

DPPKBP2PA Layani 150 Akseptor KB Implan dan IUD

75

TEGAL – Memperingati hari jadi ke-12 Paguyuban Peran Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) Kota Tegal menggelar pelayanan KB Implan dan IUD gratis di Sekretariat Ikatan Bidan Indonesia (IBI) setempat, Rabu (27/1).

 

“Ini merupakan layanan rutin setiap satu bulan sekali. Kebetulan, pada Januari 2021 ini bersamaan dengan HUT ke-12 PPKBD. Kita juga bekerja sama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) untuk pelaksanaannya,” ujar Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP2PA) Kota Tegal, Muhammad Afin.

 

Dalam kesempatan tersebut Afin menyebut, target Pelayanan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) implan dan IUD mencapai 150 akseptor. Namun, biasanya jumlah tersebut akan bertambah berdasarkan pengalaman sebelumnya.

 

Afin berharap, pelayanan KB tersebut dapat direspon baik oleh masyarakat. Terlebih, pihaknya telah berupaya memaksimalkan peran PPKBD, dengan mengintenskan Pelayanan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE).

 

“Walaupun dalam susana pandemi, kita tetap melaksanakan dengan menjunjung tinggi protokol kesehatan seperti menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan menggunakan sabun. Karena jika pelayanan ini tidak dilakukan, maka target yang ditetapkan tidak akan tercapai,” tukasnya.

 

Sementara itu, Ketua IBI Kota Tegal, Taryuli mengatakan, pelaksanaan pelayanan KB merupakan baksos yang diberikan gratis, bekerja sama dengan DPPKBP2A.

 

IBI, sambung Taryuli, memfasilitasi alat dan menyediakan pelayanan tempat, sekaligus menerjunkan 25 tenaga kesehatan yang terba menjadi dua sif, yakni pukul 08.00-10.00 WIB dan pukul 10.00-12.00 WIB.

 

“Karena harus menerapkan protokol kesehatan, maka kita batasi akseptornya. Untuk pertama kita undang dari Kecamatan Tegal Timur. Kemudian nanti berlanjut dari Kecamatan Margadana, Tegal Barat dan Tegal Selatan,” kata Yuli.

 

Dibeberkan dia, pelayanan KB bertujuan untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Jika berKB, maka ibu hamil akan terencana dari jumlah anak dan waktunya. Dengan demikian, maka dapat memberikan perhatian optimal dengan mengatur jarak.

 

Selain itu, diadakan pula Pelayanan IVA bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat untuk melakukan screening awal terhadap risiko kanker serviks pada seorang wanita.

 

“Melalui pelayanan IVA ini nantinya dapat dilakukan tata laksana lebih lanjut agar tidak menjadi kanker,” tegasnya. (*)

BERITA LAINNYA