Take a fresh look at your lifestyle.

DPP PDI Rekomendasi Pasangan Fadia-Riswadi

- Pilkada Kabupaten Pekalongan

142

KAJEN – Di Pilkada Kabupaten Pekalongan pada bulan Desember mendatang, pasangan Fadia Arafiq- Riswadi resmi menjadi salah satu bakal calon yang tampil dalam kegiatan tersebut. Sebagai bentuk pasangan dari Partai Golkar dan PDI Perjuangan resmi bersatu di Pilkada Kota Santri, DPP Pusat PDI Perjuangan telah mengeluarkan surat rekomendasi. Agar semua masyarakat maupun kader partai mengetahui kedua pasangan ini bakal menjadi salah satu calon, maka surat rekomendasi itu ditunjukkan kepada mereka serta sejumlah wartawan di kantor DPC PDI Perjuangan, tadi siang.
Riswadi yang juga merupakan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pekalongan menjelaskan, dengan adanya rekomendasi tersebut berarti merupakan amanat dari partai. Karena sudah menjadi amanat, maka mau tidak mau harus bisa direalisasikan yakni dengan memenangka Pilkada Kabupaten Pekalongan tahun 2020.
”Rekomendasi ini adalah amanat partai, sehingga harus kami informasikan sampai ke tingkat bawah dan juga harus berusaha memenangkannya,” tegasnya.
Dalam rangka mempersiapkan ”pertarungan” di Pilkada nanti, maka DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pekalongan telah melakukan beberapa langkah. Di antaranya mengelar Rapat Kerja Cabang Khusus (Rakercabsus) untuk menyampaikan informasi dan kabar terkait rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan. Utamanya mengenai keberadaan pasangan Fadia-Riswadi yang telah dipilih menjadi bakal calon dalam Pilkada di Kabupaten Pekalongan.
Riswood, begitu dia akrab disapa menjelaskan, untuk memudahkan mengingat nama Fadia-Riswadi, maka pasangan ini diberi nama ”Dadi”. Sedangkan pasangan ini juga mempunyai slogan yakni ”Ora Njanjeni, Ora Ngapusi” yang artinya tidak memberi janji dan tidak akan berbohong kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan. Dalam hal ini, bakal calon pasangan ini akan berusaha dan bekerja keras dengan bukti nyata demi rakyatnya.
”Kita tidak akan bernjanji-janji kepada rakyat yang akhirnya tidak terealisasikan,” tandasnya.
Sementara itu, Fadia Arafiq datang ke kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pekalongan didampingi suaminya, Asraf. Saat ditemui sejumlah wartawan, Ketua DPC Golkar Kota Santri menjelaskan karena sudah mendapatkan amanat seperti itu maka akan berusaha memenangkan pilkada bulan Desember tahun 2020. Kalau namanya berjuang itu sudah pasti sehingga mulai sekarang sudah menjalankan strategi, baik melalui partai maupun lainnya.
Sebagai mantan pejabat di Kabupaten Pekalongan yakni sebagai Wakil Bupati, Fadia sedikit banyak telah mengetahui kondisi di masyarakat. Untuk itu, bersama pasangannya, Riswadi, ke depan akan banyak melakukan perubahan mengingat selama lima tahun terakhir banyak ketinggalan.
”Kabupaten Pekalongan harus menjadi lebih baik dengan daerah lainnya. Untuk itu perlu dibuktikan dengan kerja nyata, bukan hanya janji-janji,” tegasnya. (Achid Nugroho/R8- )

BERITA LAINNYA