Take a fresh look at your lifestyle.

DPD LDII Pemalang Ikuti Tausiah Kebangsaan Secara Daring

58

PEMALANG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Pemalang mengikuti tausiah kebangsaan yang digelar oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII secara online. Kegiatan tersebut digelar di Kediri, dalam rangka pembekalan pengurus organisasi, sebagai pembicara yaitu Wakil Ketua Umum MUI Pusat DR. KH .Marsudi Syuhud.

“Tausiah kebangsaan ini sangat penting dalam, kondisi keumatan yang komplek dimana umat perlu pencerahan dan penguatan untuk memperkuat rasa kebangsaan. Kegiatan tausiah ini diikuti oleh seluruh DPW, dan DPD LDII seluruh Indonesia, dan langsung dibuka oleh Ketua LDII Chriswanto Santoso,” ujar Sekretaris DPD LDII Pemalang, Agus Sarwono, usai mengukuti Tausiah Kebangsaan secara online, Minggu (13/6).

Ia mengatakan, rencananya hasil tausiah tersebut diteruskan ke Pimpinan Cabang (PC) maupun Pimpinan Anak Cabang (PAC) se Pemalang. Melalui PAC materi tausiah selanjutnya disampaikan ke semua warga LDII untuk memperkuat nilai nilai kebangsaan. Ketua LDII Chriswanto Santoso
menyampaikan bahwa LDII dibentuk untuk membantu dan memperkuat bangsa Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Berbagai macam kontribusi sudah diberikan warga LDII untuk bangsa Indonesia. Bahkan DPP LDII sudah membuat delapan klaster pembangunan bangsa dalam rangka memajukan Indonesia. Delapan klaster yang dimaksud yaitu bidang wawasan kebangsaan, keagamaan, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan dan herbal, ketahanan pangan dan lingkungan hidup, energi terbarukan, dan teknologi digital. Penajaman dan revitalisasi delapan program yang kami laksanakan, dapat membantu pemerintah dalam mempercepat pemulihan krisis ekonomi akibat pandemi.

“Kita bersyukur hidup di Indonesia sebab bisa menemukan konsep hidup bersama dalam satu negara dengan damai. Konsep bernegara di Indonesia sudah tepat dan cocok untuk masyarakat Indonesia, sehingga perlu dipertahanan dan dijaga bersama sama,” tandaanya.

Dia mengatakan, dalam materinya, Wakil Ketua Umum MUI, DR.KH Marsudi Syuhud, mengatakan, Nyambung itu penting, baik secara rohani, maupun dalam hidup berbangsa dan bernegara. Apabila sudah nyambung akan muncul keberkahan yang muncul, baik secara kebangsaan maupun secara rohani. Menyambung untuk menyatukan berbagai unsur dalam satu kesatuan bangsa Indonesia. Apabila nyambing atau konek, baik pikiran dan perasaan bjsa berjuang bersama sama untuk membangun negara walaupun berasal dari berbagai perbedaan tetapi bisa bersatu. Untuk menyatukan perbedaan pemimpinnya harus mempuni dalam berbahai hal. Rosul sudah mencotohkan dalam mendirikan negara, begitu juga di Indonesia, dimana pada.waktu itu para kyayi sudah bermusyawarah dalam rangka membentuk negara, intinya negara yang berdasarkan UUD 1945. Pancasila dan UUD bagian dari pada Al quran, dimana dasar negara Indonesia bagian dan satu kesatuan Al quran. Bernegara adalah keharusan, sebab masyarakat harus berjamaah dalam membangun Indonesia.(T08-red)

BERITA LAINNYA