Take a fresh look at your lifestyle.

Dosen dan Mahasiswa Unikal Pamerkan Mahakarya Batik

181

 

PEKALONGAN – Para dosen dan mahasiswa Program Studi (Prodi) Diploma Tiga Teknologi Batik Universitas Pekalongan (Unikal), memamerkan sejumlah mahakarya batik di Studio Galeri Batik Gedung E Lantai Satu kampus setempat, Kamis (5/12) – Sabtu (7/12). Berbagai kreasi dan inovasi motif batik, mampu mereka pamerkan dengan spektakuler. Pameran tersebut, dilakukan dalam rangka memeriahkan Satu Windu Program Diploma Tiga Teknologi Batik Unikal. Tak hanya itu, digelar pula kuliah umum dengan tema ‘Apakah Batik Tulis Masih Dibutuhkan di Era Revolusi Industri 4.0?’ dan menghadirkan pakar batik, Drs Sapuan, yang juga owner Batik Sapuan Indonesia. Disamping itu, workshop sketsa dengan menghadirkan Drs M Nashir Setiawan MHum, Dosen Universitas Tarumanegara Jakarta yang juga Anggota Komunitas Indonesia Sketchers Komunitas Lukis Cat Air dan digelar di Gedung Auditorium Gedung F Lantai Delapan Unikal.

Menurut Daru Anggara Murty Ssos MM, selaku ketua pelaksana, rangkaian acara tersebut dalam rangka Satu Windu Program Diploma Teknologi Batik. Konsep acara sengaja dibuat sedemikian rupa, agar menjadi wawasan bagi seluruh <I>stakeholder<P> terkait eksistensi batik. Utamanya di era revolusi industri 4.0, apakah berdampak terhadap eksistensi batik tulis pada khususnya. “Ditengah era yang seperti ini, mahasiswa maupun pegiat batik, dapat terus berinovasi dan berkreasi melestarikan batik sebagai warisan luhur yang sudah ada berabad-abad ini,” tegas Daru. Dalam kuliah umum sendiri, mendatang berbagai kalangan, baik pemerintah, sekolah, paguyuban batik dan lain sebagainya sekaligus mereka terlibat dialog maupun berdiskusi.

Dijelaskan, bicara batik, bukan sekadar motif di atas sehelai kain semata. Tetapi, kata dia, lebih dari itu, tahapannya begitu banyak dan rumit, dan karya-karyanya dapat dinilai dari mulai awal pembuatan, prosesnya hingga akhir menjadi batik. “Batik bukan hanya diaplikasikan dalam sehelai kain untuk fashion saja, tetapi bisa dikreasi dalam sebuah kostum karnaval misalnya dan lain sebagainya,” imbuhnya. Kemudian, terkait workshop sketsa, diperuntukan juga untuk umum. Itu dengan harapan, dapat meningkatkan membuat sketsa bagi peserta, sekaligus pembelajaran untuk penyempurnaan desain yang mereka buat. Sementara, Kaprodi Teknologi Batik Unikal, Muhtadin menambahkan, pada prinsipnya rangakain acara itu melingkupi, bagaimana meningkatkan ilmu pengetahuan terkait batik, sekaligus praktek melalui unjuk karya batik. “Melalui pameran, masyarakat dapat melihat dan menilai secara langsung karya-karya dosen maupun mahasiswa terkait batik, sebagaimana kurikulum yang telah disampaikan,” tuturnya. (Kuswandi/Red9)

BERITA LAINNYA