Take a fresh look at your lifestyle.

Dokter Spesialis Datangi Kantor Bupati, Layanan Poliklinik RSUD Brebes Terhenti

93
  • Audiensi Tuntut Transparansi Keuangan

BREBES – Pelayanan pasien di Poliklnik RSUD Brebes sempat terhenti selama beberapa jam, Rabu (18/9). Itu terjadi lantaran para dokter spesialis mendatangi Kantor Bupati Brebes, untuk beraudiensi dengan Bupti Brebes, Idza Priyanti terkait tuntutan transparansi keuangan di rumah sakit milik Pemkab Brebes tersebut. Terhentinya layanan di Poliklinik RSUD Brebes itu dikeluhkan para pasien yang sudah menunggu cukup lama.

Pantauan di lapangan, sejak pukul 08.30 seluruh ruang pelayanan Poliklinik di RSUD Brebes masih tertutup rapat. Padahal di hari biasa layanan Poliklinik sudah dimulai sejak pukul 08.00. Di setiap ruangan nampak ditempel selembar kertas pengumuman yang bertuliskan, “Mohon maaf pelayanan Poliklinik Hari Ini (Rabu, 18 September 2019) Ditunda jam 10.30 Dikarenakan Dokter Sedang Ada Audiensi dengan Bupati”. Sementara para dokter yang memberikan pelayanan di Poliklinik terpantau mendatangi Kantor Bupati sekitar pukul 09.00. Rencananya mereka akan menemui Bupati Brebes Idza Priyanti untuk beraudiensi, namun karena Bupati tidak ada para dokter spesialis beraudiensi dengan Sekda Kabupaten Brebes, Djoko Gunawan.

Audiensi digelar di ruang rapat Sekda dan berlangsung tertutup hingga pukul 11.00. Aksi damai itu merupakan kelanjutan dari aksi dokter spesialis yang mendatangi Pendapa Kabupaten Brebes pada 28 Agustus lalu. Mereka menuntut dalam menejemen RSUD Brebe ada transparansi menyangkut keuangan, khususnya dalam penentuan jasa medis. Namun lantaran tuntutannya tak kunjung dipenuhi, para dokter spesialis kembali menggelar aksi dengan mendatangi Kantor Bupati, di jalan P Diponegoro Brebes.

Selain itu, para dokter yang tergabung dalam Komite Medis RSUD Brebes juga menyerukan mosi tidak percaya terhadap Wakil Direktur Umum dan Keuangan Slamet Arjono karena dinilai menghambat proses transparansi keuangan di rumah sakit milik Pemkab tersebut. Dalam surat mosi tidak percaya yang ditandatangani Ketua Komite Medis RSUD Brebes, dr Mintardi itu, mereka menuntut Bupati untuk memindahtugaskan yang bersangkutan. Bahkan, dalam surat itu Komite Medis RSUD Brebes juga mengancam akan menghentikan pelayanan jika tuntutannya tidak direalisasikan hingga 23 September mendatang.

Salah seorang pengantar pasien di Poliklinik RSUD Brebes, Siti Nurhayati (48) mengaku, kecewa dengan tindakan para dokter tersebut. Mestinya persoalan yang dialami para dokter diselesaikan tanpa mengganggu pelayanan. Padahal saat ini pasien sudah banyak yang mengantre. Bahkan, ia bersama ibunya yang akan berobat di Poliklinik Jantung sudah menunggu sejak pukul 07.00. “Jelas kami kecewa lah, pelayanan sampai dihentikan seperti ini. Meski hanya sementara, tetapi pasien sangat membutuhkan dan sudah menunggu lama. Kalau ada masalah tolong jangan sampai merugikan pasien. Terus bagaimana kami ini. Petugas jaga juga tidak bisa memberikan jawaban pasti,” keluhnya.

Ketua Komite Medis RSUD Brebes, dr Mintardi mengatakan, aksi dilakukan karena para dokter spesialis ingin RSUD memberikan contoh yang baik dalam hal transparansi keuangan. “Perjuangan ini sudah berlangsung bertahun-tahun, dan belum pernah ada sejarahnya di RSUD Brebes terjadi yang namanya transparansi manajemen keuangan,” ujarnya usai audiensi.

Menurut dia, keluhan para dokter spesialis kembali mencuat di tahun 2019 dan menjadi puncak. Mereka sudah pernah bertemu dengan Bupati Brebes untuk menyampaikan tuntutan tersebut. Namun hingga kini belum terealisasi. Sehingga mereka kembali melakukan aksi mendatangi Kantor Bupati. “Mudah-mudahan ini nanti beliau (Bupati-red) bisa memahami bagaimana rumah sakit bisa lebih baik, maju, transparan, untuk kemajuan bersama. Tidak ada kepentingan pribadi atau golongan, tapi bagimana rumah sakit ini bisa lebih baik. Untuk langkah kebijakan atau formulasinya, kami menyerahkan sepenuhnya kepada Bupati. Kami harapkan kebijakan yang diambil menjadi solusi terbaik atas kondisi RSUD Brebes saat ini,” paparnya.

Direktur RSUD Brebes, Oo Suprana mengatakan, pihaknya berjanji akan mengupayakan solusi terbaik terhadap permasalahan tersebut. Di sisi lain, pelayanan juga dijamin tidak akan terganggu. “Tadi, para dokter sudah bertemu dengan Pak Sekda. Semuanya sudah terselesaikan, ada solusi yang terbaik. Ini termasuk solusi dari para tuntutan dokter,” katanya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Brebes, Djoko Gunawan mengatakan, dalam audiensi para dokter memberi masukan terkait perubahan sistem, utamanya terkait transparansi penyelenggaraan manajemen. Diharapkan segala sesuatunya, nanti untuk perbaikan manajemen RSUD Brebes. Karena dianggap ada penghambat dari dalam. “Untuk itu, kami akan coba selesaikan,” tandasnya.

Dilakukannya audiensi tersebut, sambung dia, merupakan tindak lanjut atas audiensi sebelumnya. Saat ini, di RSUD Brebes sedang ada perubahan sistem. Sehingga segala sesuatu perlu dilakukan komunikasi. Baik perubahan manajemen, teknologi maupun pelayanan.”Para dokter menyampaikan ke kami, memberikan masukan. Kami tampung dan akan kami jadikan acuan dalam mengambil kebijakan,” terangnya. Usai audiensi, sekitar pukul 11.00 para dokter spesialis kembali memberikan layanananya di Poliklinik RSUD Brebes.

(setiawan-red2)

BERITA LAINNYA