Take a fresh look at your lifestyle.

Ditolak Warga, Pemprov Usulkan Pembangunan Waduk Bantarkawung Dialihkan

195

BREBES – Menyusul adanya penolakan warga dari Desa Bantarkawung dan Bangbayang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, atas rencana pembangunan waduk di wilayah tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mengusulkan agar lokasi pembangunan dialihkan ke alternatif lain. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya agar pembangunan waduk tidak memincu persoalan baru.

“Dengan adanya penolakan warga dari Desa Bantarkawung dan Bangbayang ini, Pemprov Jateng akan mengusulkan agar lokasi pembangunan waduk dialihkan ke alternatif lain,” tandas Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (DPSDPR) Kabupaten Brebes, Agus Ass’ari, Selasa (10/12), di kantornya.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi demo menolak rencana pembangunan Waduk Bantarkawung kembali pecah, di halaman Kantor Kecamatan Bantarkawung, Brebes, Sabtu (7/12). Itu adalah kali kedua warga memprotes rencana pembangunan waduk berkapasitas 1 miliar meter kubik itu. Aksi demo warga Bangbayang dan Bantarkawung tersebut dilakukan bersamaan dengan kegiatan Sosialisasi dan Konsolidasi Pelaksanaan Dana Desa 2019 di pendapa kecamatan yang dihadiri langsung bupati Idza Priyanti. Dalam aksinya, selain berorasi dan membentangkan spanduk, warga juga melakukan aksi bakar ban mobil.

Agus menjelaskan, proyek pembangunan waduk di Bantarkawung itu merupakan kegiatan yang kewenangannya berada di Pemprov Jateng. Prosesnya juga melalui tahapan-tahapan, dan saat ini baru memasuki tahapan prastudi kelayakan. Setelah tahapan prastudi kelayakan dilaksanakan, baru masuk ke tahap studi kelayakan. Kemudian, tahapan perencanaan gambar melalui Detail Engineering Design (DED). Setelah itu, baru lah menginjak pelaksanaan tahapan konstruksi. “Jadi prosesnya ada tahap-tahapannya, dan sekarang baru tahapan prastudi kelayakan. Namun saat disosialisasikan masyarakat di Bantarkawung dan Bangbayang tidak setuju, sehingga akan diusulkan ke alternatif lain. Saat ini kami telah menyiapkan alternatif 2 dan 3 untuk rencana pembangunan waduk ini,” jelasnya yang keberatan menyebutkan sejumlah alternatif tersebut.

Menurut dia, rencana pembangunan waduk itu sebenarnya belum final. Bahkan, titik lokasi pembangunannya juga belum ditentukan karena baru masuk ke tahapan prastudi kelayakan. “Penentuan lokasi ini belum final, sehingga provinsi mengusulkan untuk dialihkan. Nantinya semua tahapan juga akan kami sosialisasikan ke masyarakat. Untuk itu kami minta masyarakat untuk tenang dan tetap menjaga kondusifitas daerah,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pembangunan waduk itu dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan air di lahan pertanian Kabupaten Brebes, lantaran saat musim kemarau kekeringan. Di sisi lain, keberadaan waduk itu nantinya memiliki banyak fungsi. Selain sebagai tempat penampungan air untuk suplay ke lahan pertanian, juga bisa berfungsi sebagai pengendali banjir, dimanfaatkan sebagai tempat wisata, hingga sebagai pembangkit tenaga listrik. Terkait isu relokasi yang santer di masyarakat, sebenarnya itu muncul karena hanya informasi yang salah diterima masyarakat. Sebab, Pemkab Brebes jelas akan melindungi dan memperjuangkan keinginan masyarakatnya. “Isu relokasi warga ini tidak benar. Pemkab jelas akan melindungi dan memperjuangkan masyarakatnya. Yang jelas, saat ini propinsi belum menentukan daerah mana yang akan dibangun waduk,” pungkasnya.

(Bayu Setiawan-red2)

BERITA LAINNYA