Take a fresh look at your lifestyle.

Ditembak, Dua Pelaku Spesialis Pencurian Truk di Pantura Brebes

114

BREBES – Tim Resmob Polres Brebes terpaksa menembak kaki dua pelaku spesialis pencurian truk saat diringkus, kemarin. Hadiah timah panas diberikan, lantaran kedua tersangka itu melawan petugas dan mencoba kabur. 

Tersangka adalah Anggit Sukartono (55) dan Rudi (34), warga Kabupaten Pemalang. Selain meringkus kedua tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti dua unit truk hasil curian, sebuah mobil Toyota Rush sebagai sarana dan beberapa alat yang digunakan untuk melancarkan aksinya. 

Kapolres Brebes, AKBP Gatot Yulianto mengatakan, kedua tersangka itu merupakan residivis spesialis pencurian mobil tua jenis truk. Aksi mereka terbongkar setelah beraksi mencuri truk yang terparkir di Jalur Pantura Brebes, tepatnya di Desa/Kecamatan Bulakamba. Atas laporan pencurian dari pemilik truk itu, jajaran Polsek Bulakamba melanjutkan ke Unit Resmob Polres Brebes untuk dilakukan pengejaran. Aksi pencurian truk itu terjadi pada 8 Februari lalu, dan dalam waktu dua minggu keduanya berhasil ditangkap tim Resmob Polres Brebes dibantu unit Jatanras Polda Jateng.

“Tersangka ini di tangkap di exit tol Gandulan Pemalang, setelah sebelumnya diikuti sejak dari Tol Palimanan. Lantaran melawan saat ditangkap, anggota kami terpaksa melumpuhkan dengan timah panas,” ungkapnya di Mapolres Brebes, Jumat (26/2).

Kedua tersangka, kata Kapolres, merupakan residivis kasus yang sama. Mereka selama ini telah melancarkan aksinya di beberapa kota/ kabupaten di Jateng. Di Brebes, tersangka sudah beraksi dua kali. Yakni, di Jalan Raya Brebes-Jatibarang pada bulan Januari lalu, dan di Jalur Pantura Kecamatan Bulakamba pada 8 Februari lalu. Kemudian, di wilayah Banyumas satu tempat kejadian perkara pada pertengahan Februari. Selanjutnya, satu tempat kejadian perkaran di Karawang Jawa Barat.

“Modus yang dilakukan pelaku ini, mencuri truk dengan memakai kunci duplikat. Mereka berkeliling di beberapa wilayah, setelah mendapatkan target langsung melakukan aksi,” terangnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, akibat perbuatannya tersebut, kedua tersangka dijerat pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. “Pelaku ini kami kenai pasal 363 KUHP, dengan hukuman 7 tahun penjara,” pungkasnya. (*)

BERITA LAINNYA