Take a fresh look at your lifestyle.

Disalurkan Rp 1,998 Miliar Untuk Jaminan Hidup Lansia

107

SLAWI, smpantura.com – Ratusan warga lanjut usia di Kabupaten Tegal mendapat bantuan sosial berupa jaminan hidup (jadup) dari Pemerintah Kabupaten Tegal. Jaminan hidup secara simbolis diserahkan Bupati Tegal Umi Azizah di Kantor Kecamatan Balapulang, Kamis (25/3) pagi.

Bupati Tegal Umi Azizah menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Tegal berupaya hadir, membantu mereka yang terlewat dalam meraih kesempatan hidup layak di masa senjanya dan tidak tercover jaminan program Pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dengan memberikan bantuan sosial jaminan hidup lansia berupa uang tunai senilai Rp 250 ribu per bulan selama satu tahun sebagai bekal untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

“Jumlah ini tentunya belum bisa dikatakan mencukupi, namun setidaknya masih bisa untuk membeli kebutuhan pokok, meringankan beban beban pengeluaran terutama dalam mencukupi kebutuhan pangan dan gizi. Oleh karenanya perlu ada partisipasi ,”ungkap Umi.

Umi menyebutkan, di Kabupaten Tegal terdaftar 7.957 lansia yang tidak memiliki keluarga lagi yang mengurusi hidupnya. Dari jumlah tersebut, Pemkab Tegal baru bisa mengalokasikan bantuan jaminan hidup bagi 667 lansia.

Umi mengatakan, untuk memberikn bantuan bagi 7.957 lansia setidaknya butuh anggaran sekitar Rp 25 miliar. Saat ini Pemkab Tegal menganggarkan Rp 1,998 miliar.

“Harapan kami tentunya pemerintahan desa melalui dana desa bisa diarahkan membantu lansia. Agar sisanya, bisa bersama-sama diselesaikan melalui APBDes,”harap Umi.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tegal Nurhayati mengatakan, pemberian jadup bertujuan untuk memenuhi hak hidup layak lajut usia tidak potensial, meningkatkan tanggung jawab sosial keluarga dan masyarakat dalam pemenuhan hak- hak lanjut usia tidak potensial, serta meningkatkan kapasitas sosial lanjut usia tidak potensial.

Jaminan hidup ,kata Nurhayati, diberikan kepada lansia yang berusia diatas 60 tahun karena faktor kemiskinan absolut. “Pemberian bansos Jadup lansia diutamakan bagi lanjut usia yang mengalami kondisi tidak ada yang bertanggung jawab memelihara, tidak punya penghasilan dan bergantung belas kasihan warga lainnya,”jelasnya.

Nurhayati menyampaikan, alokasi bansos Jadup lansia di Kabupaten Tegal Tahun 2021 sebesar Rp1.998.000.000 dengan jumlah 667 penerima. Namun, hasil verifikasi yang dilakukan, sampai dengan tanggal 23 Maret 2021, terdapat penerima bantuan telah meninggal dunia sebanyak 29 orang.

Setiap satu orang lanjut usia yang memenuhi persyaratan mendapatkan bansos Jadup sebesar Rp 250 ribu per bulan selama setahun. Sesuai aturan, setiap satu orang lanjut usia penerima bansos Jadup hanya dapat menerima bantuan sekali dalam satu tahun anggaran dan pada tahun berikutnya tidak dapat diusulkan kembali menjadi penerima bantuan sosial jaminan hidup bagi lanjut usia.

“Penghentian penerima bantuan dilakukan apabila penerima meninggal dunia atau telah pindah domisili di luar wilayah Kabupaten Tegal,”jelasnya.

Adapun mekanisme dan tata cara penyaluran melalui virtual account Bank Jateng Cabang Slawi. Bantuan diterimakan setiap dua bulan sekali, sehingga penerima manfaat menerima bantuan sejumlah Rp 500 ribu. Untuk melaksanakan program tersebut, Dinas Sosial dibantu oleh pendamping lansia.

“Sepuluh orang lansia didampingi satu orang pendamping. Termasuk mendampingi layanan kesehatan KIS termasuk saat vaksin Covid-19,”tuturnya.
Nurhayati menyebutkan, Jadup telah diberikan pada tahun 2019, kemudian dilakukan verifikasi kembali. Pada tahun 2020 bantuan sosial tersebut tidak diberikan karena anggaran terkena refokusing.

Sementara itu, terkait alokasi jadup dari APDes, menurutnya, belum ada desa yang mengalokasikan jaminan hidup bagi lansia. Hal ini menjadi pekerjaan rumah semua pihak.

(T04-red)

BERITA LAINNYA