Take a fresh look at your lifestyle.

Dirjen SMK Kemendikbud Resmikan Ruang Praktik Siswa

227

PEMALANG – Direktur Jendral (Dirjen) SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Bakrun meresmikan ruang praktik siswa (RPS) baru di SMK Muhammadiyah 1 Pemalang. Bangunan baru tersebut terdiri atas dua buah ruang antara lain ruang praktik Akuntansi Keuangan Lembaga dan Bisnis Daring Pemasaran.

Dalam kesempatan itu Bakrun juga berkenan meresmikan tiga unit kegiatan siswa antara lauan Mutu Mart, Mutu Net dan Bank Mini. Ketiga unit kegiata itu sebagai bentuk kreasi dan inovasi sekolah dalam memenuhi kebutuhan sekolah, lingkungan dan industri.

Bakrun dalam pidato di acara tersebut menyampaikan mengenai kesiapan lulusan SMK untuk bisa terserap di dunia industri namun di sisi lain masih ada persoalan pengangguran. “Saya beberapa kali berdiskusi panjang tentang apa sebabnya pengangguran masih terjadi, kesimpulannya karena lulusan SMK saat masuk duania industri hanya 30% diangkat sebagai pegawai tetap yang 70% sebaik apapun pokoknya perusahaan ingin tinggal 30% dan mesti diganti dengan pegawai baru,”kata Bakrun.

Padahal kata dia yang bisa menciptakan lapangan kerja bukan SMK-nya tapi faktur (pabrik) yang ada termasuk pemerintah daerah dan lai-lain. Karena itu dia mendorong agar membangun desa tani karena ada biaya minimal Rp 1 miliar ke desa itu.

“Kalau anak-anak SMK ini berperan di di dalam pengembangan dan pengelolaan dana Rp 1 miliar tadi itu adalah salah satu solusi untuk mengurangi pengangguran dan menciptakan lapanga kerja di desa,”ujarnya. Menurutnya lulusan SMK tidak mungkin berpaku pada industri besar, sebagai contoh di perusahaan garment yang dia teliti tingkat keluar masuk karyawan tinggi dan itu dilakukan lulusan SMK.

Itu terjadi lantaran lulusan SMK tidak mau bekerja di garment yang gajinyasamadengan karyawan yang tidak lulus SMKyaitu sama=-sama digaji sesuai Upah Minimal Kabupaten (UMK).

Sementara itu Kepala SMK Muhammadiyah 1 Pemalang, Irma Akhmalia mengatakan dua buah RPS yang diresmikan tersebut adalah bantuan dari pemerintah. “Kami menerima bantuan dari pemerintah melalui Direktorat Jendral SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,”kata Irma.

Adapun RPS yang dibangun kata dia menelan biaya mencapai sebesar Rp 1,141 miliar. Dana sebesar itu hanya untuk bangunan adapun untuk peralatan dianggarkan lagi sebesar mencapai Rp 759 juta.

Sementara itu rangkaian kegiatan berupa peresmian tiga unit kegiatan, Kepala Sekolah menjelaskan Mutu Net adalah hasil karya siswa Program Teknik Komputer Jaringan (TKJ) dan guru berupa sebuah usaha jasa bidang teknologi informatika dan komputer. Untuk usaha ini sekolah bekerjasama dengan Biznet. Kemudia Mutu Mart adalah hasil karya siswa Program Bisnis Daring dan Pemasaran. Mutu Mart menjual aneka kebutuhan dan bekerjasama dengan sejumlah toko di Kota Pemalang.

Selanjutnya adalah Bank Mini yang merupakan karya dari Program Akuntansi dan Keuangan Lembaga. Bank Mini bekerjasama dengan BTM Muhammadiyah. Dengan diluncurkannya tiga kegiatan pendukung ini diharapkan SMK Muhammadiyah yang sudah memiliki 775 siswa ini akan semakin maju. Sekolah yang berada di lahan seluas satu hektar dan memiliki bangunan berlantai tiga ini akan semakin diperhitungkan oleh dunia industri.(Ali Basarah)

BERITA LAINNYA