Take a fresh look at your lifestyle.

Dipindah ke Polder Bayeman, Dermaga Apung Rawan Jadi Temuan BPK

91

TEGAL – Rusak dihantam ombak besar dan angin kencang, dermaga apung di Objek Wisata Pantai Alam Indah (PAI) kini telah dievakuasi ke daratan. Bahkan, rencananya dermaga sepanjang 90 meter itu tak lagi dipasang di Pantai Utara Kota Bahari.

“Akan kami pindahkan ke Polder Bayeman, Kelurahan Kaligangsa, Kecamatan Margadana dalam waktu dekat,” ungkap Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Tegal, Cucuk Daryanto saat menemui Komisi III di Objek Wisata Pantai Alam Indah, Rabu (7/1) kemarin.

Menurut Cucuk, dipindahnya dermaga apung ke Polder Bayeman bertujuan untuk mengubah lokasi tersebut menjadi tempat wisata unggulan, yang semula hanya tempat wisata rintisan. Termasuk diantaranya, memaksimalkan pemerataan keramaian pengunjung.

Sebab, sambung Cucuk, selama ini tempat wisata yang ramai dikunjungi di Kota Tegal hanya di Kecamatan Tegal Timur dan Tegal Barat. Dengan dipindahkannya dermaga apung ke Polder Bayeman, diharapkan mampu menambah daya tarik wisatawan di Kecamatan Margadana.

“Kubus dermaga apung sudah kami identifikasi, untuk kemudian dipindah dan dirakit di Polder Bayeman, karena saat ini masih dalam tahap pemeliharaan penyedia jasa. Pemasangannya sama, hanya tempatnya saja yang berbeda. Semula di pantai, sekarang di polder,” tukasnya.

Menanggapi hal tersebut, Komisi III DPRD Kota Tegal dengan tegas menolak rencana pemindahan dermaga apung dari OW PAI ke Polder Bayeman. Sebab, secara administrasi dermaga tersebut diperuntukkan di PAI.

Bahkan, setelah dilakukan tinjauan lapangan, Kamis (7/1) siang, Komisi III mendapati pada dasar Polder Bayeman terdapat lumpur hidup sesuai dengan apa yang diinformasikan petugas jaga. Komisi III menilai, kondisi tersebut cukup membahayakan bagi para pengunjung.

“Selain rawan menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), secara administrasi pemindahan dermaga apung sudah tidak sesuai. Apalagi, kondisi di polder yang memiliki kedalaman tiga meter itu terdapat lumpur hidup sedalam satu meter,” ujar Sekretaris Komisi III, Sisdiono Ahmad.

Untuk itu, Sisdiono berharap Pemerintah Kota Tegal dapat mempertimbangkan kembali rencananya untuk memindahkan dermaga apung dari PAI ke Polder Bayeman.

BERITA LAINNYA