Take a fresh look at your lifestyle.

Diperlukan Duta KB Pria

DPR RI dan BKKBN Tinjau Pelayanan KB Bersama Mitra Kerja

74

 

SLAWI- Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Tegal menggelar pelayanan KB bersama mitra kerja, Senin (14/9). Pelayanan KB yang diberikan yakni pemasangan alat kontrasepsi implan dan IUD.

Pelayanan KB bersama mitra pada hari itu dilaksanakan di dua tempat, yakni di Puskesmas Talang dan Puskesmas Adiwerna. Kegiatan dilanjutkan Selasa (15/9) di tiga tempat, Puskesmas Bangungalih, Kecamatan Kramat, Puskesmas Warureja dan Puskesmas Suradadi. Setiap fasilitas kesehatan memberikan pelayanan kepada 30 akseptor.

Kegiatan pelayanan KB bersama mitra di Puskesmas Talang dan Adiwerna dihadiri oleh anggota komisi IX DPR RI , Dewi Aryani, perwakilan dari Direktorat Bina Akses Pelayanan KB Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, dokter Ruri Mutia, dan Koordinator Bidang KBKR BKKBN Jateng, Nunik Budi Hastuti, Camat Adiwerna M Natsir, dan jajaran DP3AP2KB serta Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal.

Di Puskesmas Adiwerna, rombongan meninjau pelaksanan pemasangan alat kontrasepsi dan menyerahkan bingkisan sembako kepada para akseptor KB.

Dokter Ruri Mutia mengatakan, di tengah pandemi Covid-19 BKKBN tetap berupaya memberikan pelayanan KB dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Ini pesan dari dari pimpinan kami (Kepala BKKBN Pusat) Bapak Hasto Wardoyo, bahwa walaupun kita sedang menghadapi musibah Covid-10, kita  berusaha untuk selalu hadir melalui program dan kegiatan yang bisa kita lakukan,”sebut Ruri.

Ruri mengatakan, terlaksananya kegiatan tersebut berkat dukungan  dari komisi IX dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Tegal.

Diakui Ruri, pelayanan KB di masa pandemi Covid-19 pada bulan Maret dan April mengalami penurunan baik peserta KB aktif maupun peserta KB baru. “Secara nasional penurunan sekitar 10 persen dari seluruh peserta, atau sekitar 100.000 dalam satu bulan,”sebutnya.

Pelayanan KB kembali digalakkan di era new normal, dengan mengadakan program pelayanan sejuta akseptor pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) lalu.

Sementara itu, anggota komisi IX DPR RI Dewi Aryani mengatakan, di masa pandemi, bidang kesehatan termasuk KB menjadi perhatian utama pemerintah.

Berkaitan dengan KB, Dewi menegaskan perlunya revitalisasi alat kesehatan dan sarana prasarana, serta peningkatan sumber daya manusia.

“Revitalisasi ini bukan berarti kita mengecilkan keahlian bidan dan perawat selama ini. Tapi yang namanya manusia, kita perlu refresh, memompa semangat lagi.Mungkin keahliannya sudah bagus , tapi spiritnya juga penting,”sebutnya.

Peningakatan kualitas sumber daya manusia ini, kata dia, dapat dilakukan melalui training, bintek atau lainnya.  Alokasi anggaran sedang diperjuangkan komisi IX.

Untuk pelaksanaan program KB, Dewi Aryani mengatakan, perlunya peningkatan sumber daya manusia dan penambahan personel, tenaga kesehatan, penyuluh dan kader.

“Banyak masukan dari daerah terutama di luar Pulau Jawa, nakesnya kurang, tenaga penyuluhnya kurang, kader-kadernya juga kurang, sehingga sosialisasi perlunya pentingnya KB juga tidak tersampaikan dengan maksimal karena jumlah orangnya kurang,”sebutnya.

Dewi menyebutkan, selain menambah jumlah SDM, kemampuan kader/penyuluh dalam berkomunikasi  dengan masyarakat perlu ditingkatkan.

Peran perempuan diakui Dewi, sangat dominan dalam keberhasilan program KB di Indonesia. Untuk itu, dia mengharapkan peran pria dalam program KB.

“Saya mengusulkan membuat semacam duta KB pria. Duta ini dipilih dari tokoh-tokoh nasional,  yang dapat mempengaruhi bapak-bapak untuk mengikuti dan tidak malu mengikuti KB,”ungkapnya.

Dewi menyebutkan, BKKBN Pusat, Provinsi perlu melakukan inovasi di bidang komunikasi, untuk mengkampanyekan KB. Hal ini berkaitan dengan kesadaran atau keinginan  orang secara sukarela melakukan KB.(Sari/Red-06)

 

BERITA LAINNYA