Take a fresh look at your lifestyle.

Dinkes Sosialisasikan Pencegahan Covid-19 di Perusahaan

Warga Diimbau Tidak Panik

119

SLAWI- Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal menggalakkan sosialisasi pencegahan penularan virus korona (Covid-2019) kepada masyarakat. Hal ini dilakukan agar masyarakat memahami tentang penyakit tersebut dan cara pencegahannya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal,Hendadi Setiadji melalui Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Eko BP Prabowo mengatakan, selain pada masyarakat, Dinkes juga memberi sosialisasi pada perusahaan swasta di Kota Slawi.

“Sampai saat ini sosialisasi sudah dilakukan kepada karyawan PT Gunung Slamat, PT Dua Tang dan orangtua siswa SLB Manunggal Slawi. Selanjutnya bersama PMI  akan melakukan sosialisasi kepada anggota Palang Merah Remaja,”tutur Eko saat ditemui Rabu (4/3).

Sosialisasi kepada masyarakat ditekankan pada tiga hal. Pertama,  menekankan perilaku hidup sehat . Sumber penyakit dapat tereliminasi dengan hidup sehat , makan sayur dan buah dan cuci tangan pakai sabun serta olahraga.

Kedua, saat sakit demam, batuk, pilek disertai  sesak napas dan sakit perut, hendaknya memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. Hal tersebut, juga perlu dilakukan saat kontak dengan terduga konfirm virus korona, dengan batas pemantauan selama 14 hari.

Ketiga, menganjurkan pemakaian masker bagi mereka yang sedang sakit atau orang sehat yang akan akan mengunjungi tempat yang berisiko.

Menurut Eko, selama ini Dinkes telah melakukan pelacakan terhadap terhadap warga yang pulang dari luar negeri. Sesuai prosedur, Tim Dinkes melakukan pemeriksaan kesehatan. Kemudian warga tersebut dikarantina selama 14 hari di rumahnya, dan diminta mengurangi interksi dengan warga .

Untuk antisipasi penularan virus korona, diimbau warga yang pulang dari luar negeri termasuk yang pulang darimenjalankan ibadah umrah untuk melapor ke Puskesmas atau Dinas Kesehatan.

“Tim kesehatan akan memeriksa dan kita rekomendasikan untuk  tidak keluar rumah selama 14 hari. Hal ini dilakukan agar kami mengetahui, yang bersangkutan terkonfirmasi korona atau tidak ,”jelasnya.

Apabila, ada gejala batuk,pilek, sepulang dari luar negeri atau kontak dengan orang terjangkit, maka akan dirujuk ke rumah sakit rujukan, yakni RSUD Dr Soeselo Slawi. Bagi yang terkonfirmasi Covid-19 akan langsung diisolasi.

“Bagi yang pulang dari luar negeri atau umrah , meski sudah diperiksa di bandara atau pelabuhan, diminta tetap melapor ke Puskesmas atau Dinkes  ke nomor 08112626 119 atau PSC 119 yang terintegrasi dengan tim gerak cepat Dinkes. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan,”tutur Eko.

Menurutnya, sampai saat ini belum ada laporan dari jemaah umrah. Sementara , Dinkes telah melakukan pelacakan terhadap empat warga yang pulang dari luar negeri. Yakni pada mahasiswa dari Lemah Duwur, warga Kesamiran yang pulang dari pesiar, warga Sutapranan dan Slawi Wetan yang pulang dari pelayanan.

“Mereka dikarantina di ruman dan dipantau kesehatannya selama 14 hari. Alhamdulillah sampai saat ini hasilnya baik,”sebutnya.

Berkaitan dengan kepanikan warga pasca dikabarkan dua WNI positif Covid-19, Eko mengimbau agar masyarakat tidak panik dan tidak  latah menggunakan masker.

“Sekarang semua orang menggunakan masker termasuk yang sehat. Semestintya masker digunakan oleh orang sakit. Kalau semua pakai masker, mengakibatkan harga masker melambung ,”jelasnya.

Sementara dengan melonjaknya harga masker dan antiseptik di pasaran dan kelangkaan barang tersebut, Dinkes akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait. (Sari/Red–06)

BERITA LAINNYA