Take a fresh look at your lifestyle.

Dinilai Janggal, Jasad Minhadi Bakal Diotopsi

143
  • Penemuan Mayat di Sungai Slamaran

PEKALONGAN – Kasus tewasnya Minhadi (29) warga Kelurahan Kandang Panjang Gang 1B No 25 RT 1 RW 5 Kecamatan Pekalongan Utara Kota Pekalongan, yang ditemukan mengambang di Sungai Slamaran, Kamis (12/3) lalu masih misteri. Pihak keluarga korban, semula menerima, kini belakangan justru meminta pihak kepolisian untuk melakukan proses otopsi, lantaran dinilai ada yang janggal. Keluarga korban menduga, Minhadi meninggal diduga tidak wajar.

“Kami menduga almarhum meninggal tidak wajar, dan ada hal-hal yang mencurigakan. Bahkan, selama ini almarhum tidak ada riwayat penyakit, tetapi justru meninggal dengan kondisi yang seperti itu,” tutur Yulia (25), adik almarhum Minhadi, disela-sela mendatangi Mapolsek Pekalongan Utara, untuk melaporkan terkait kasus tersebut, Kamis (19/3) siang. Pihaknya menyatakan, untuk mengetahui penyebab pasti tewasnya korban, meminta pihak kepolisian untuk mengungkap misteri tewasnya kakaknya itu. Bahkan, keluarga korban meminta untuk proses otopsi, meski almarhum sudah dimakamkan satu pekan yang lalu.

Terpisah, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Egy Andrian Suez, melalui Kapolsek Pekalongan Utara Kompol Parimin menjelaskan, kasus tersebut semula pihak keluarga menerima, bahkan keberatan untuk dilakukan proses otopsi. Oleh sebab itu, maka jenazah korban waktu itu diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Namun demikian, belakangan justru meminta untuk diusut penyebab pasti tewasnya korban, dengan meminta proses otopsi. “Maka, keluarga korban kami minta mencabut kembali laporan pertama. Dan, kemudian membuat laporan baru, terkait penyelidikan kasus dimaksud,” terang Kompol Parimin, ditemui di ruang kerjanya, Kamis (19/3).

Dijelaskan, pada saat ditemukan, berdasarkan hasil visum di RS Bendan Kota Pekalongan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan
pada tubuh korban, namun ditemukan luka lebam di sekitar mata sebelah kiri
. Tetapi, setelah ditanyakan kepada keluarga korban, melihat pada Selasa (10/3) pukul 17.30 wib korban di ketahui terjatuh kemudian terbentur di drainase di depan rumahnya. Disamping itu, berdasarkan visum luar, terdapat lebam di bagian pipi. “Dalam waktu dekat akan dilakukan proses otopsi. Mudah-mudahan kasusnya dapat segera terungkap dan diketahui penyebab pasti tewasnya korban,” tegas Kompol Parimin.

Seperti diketahui, Minhadi (29) warga Kelurahan Kandang Panjang Gang 1B No 25 RT 1 RW 5 Kecamatan Pekalongan Utara Kota Pekalongan, ditemukan tewas mengapung di Sungai Slamaran, Kamis (12/3). Saat ditemukan dalam kondisi tertelungkup di sungai dengan tidak mengenakan baju. Korban sendiri kali pertama ditemukan oleh nelayan yang sedang mencari ikan. Bahkan, saat ditemukan tidak ada identitas, dan belakangan diketahui warga Kelurahan Kandang Panjang. (Kuswandi/Red9)

BERITA LAINNYA