Take a fresh look at your lifestyle.

Dinas Porapar Siapkan Sejumlah Event Wisata

130

SLAWI – Meski dalam pandemi Covid-19 , Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Porapar) Kabupaten Tegal, tetap semangat mempromosikan destinasi wisata di Kabupaten Tegal.

Kepala Dinas Porapar Kabupaten Tegal, Saidno menyampaikan, sejumlah event telah direncanakan tahun ini bahkan tahun mendatang. “Setelah lebaran kita akan melakukan pemanasan, akan ada kegiatan festival mancing ikan predator, yakni ikan tomang di Waduk Cacaban,”tutur Saidno pada saat meresmikan Pear Coffe Corner dan Sekretariat Badan Promosi Pariwisata (BPPD) Kabupaten Tegal, di Ruko Perumahan Kirana Lestari, Kabunan, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Minggu (21/3).

Dalam kegiatan festival mancing ini, peserta akan memancing ikan jenis predator yang banyak hidup di Kalimantan ini dengan alat pancing khusus. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan bersama Organisasi Paser Mania Tegal. “ Mancingnya unik, bukan dengan pancing tapi dengan peluru terkendali dengan senapan yang jaraknya bisa puluhan meter,”jelas Saidno.

Selain event di Waduk Cacaban, pihaknya juga berencana membangun tempat pelayanan hidroterapi di Guci dengan mendatangkan dokter ahli dari Subang. “Air panas di Guci tidak hanya untuk mandi tapi juga untuk pengobatan, dan melatih fisik,”tuturnya.

Saidno menyebutkan, Dinas Porapar telah menyusun tiga event yang akan dilaksanakan pada tahun 2022 mendatang. Yakni, Tour Semedo, dengan rute dari GOR Tri Sanja sampai Semedo, Guci Harmoni yang akan dikemas dalam bentuk Festival Teh atau Konggres Teh dan Guci Run 10 Km.

Terkait dengan peresmian Pear Coffe Corner dan Sekretariat BPPD Kabupaten Tegal, Saidno mengapresiasi upaya yang dilakukan Ketua BPPD Kabupaten Tegal yang menggandeng sejumlah pelaku UMKM dan ekonomi kreatif. Seperti Roeth Coffe, Kaos Dobol Tegal, Larista Rempah dan 142 Accoustic Band.

“Upaya yang dilakukan BPPD ini diharapkan akan membangkitkan Kabupaten Tegal yang tahun ini akan merayakan HUT ke-420,”ungkap Saidno.

Dalam kesempatan tersebut, Saidno juga mengajak pelaku UMKM untuk mulai menggunakan pembayaran secara non tunai dengan menggunakan QRIS. Sistem pembayaran non tunai ini diresmikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Bupati Tegal Umi Azizahdi Daya Tarik Wisata Guci dan mulai diberlakukan 15 Maret 2021 lalu.
“Sistem pembayaran non tunai ini lebih aman dan menghindari uang palsu,”tuturnya.

Sementara itu, Kepala BPPD Kabupaten Tegal, Eko Budi Hartono dalam kesempatan itu, mengajak pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk tetap semangat, memiliki daya juang dan kreatif di masa pandemi Covid-19.
Eko menyebutkan, Sekretariat BPPD Kabupaten Tegal juga akan difungsikan sebagai co working space ekonomi kreatif.

BERITA LAINNYA