Take a fresh look at your lifestyle.

Dinas Kesehatan Kota Tegal Bongkar WC Liar di Bantaran Sungai Kemiri

129

 

TEGAL-Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal terus berusaha seluruh warga memiliki akses sanitasi dan air bersih.
Akses sanitasi itu termasuk memiliki sarana untuk mandi, cuci, kakus (MCK) yang memadai termasuk memiliki jamban.

Pemkot Tegal pada tahun ini, sedikitnya telah ada 268 unit jambanisasi di Kota Tegal. Jumlah tersebut disebar di berbagai Kelurahan di Kota Tegal. Keberadaan jamban itu untuk menghindari perilaku buang air besar sembarangan (BABS) yang masih saja terjadi.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Tegal, Wiharto, Senin (14/10), mengungkapkan, jambanisasi tahun ini tersebar di antaranya berada di Kelurahan Kalinyamat Kulon 22 unit jambanisasi, Kelurahan Sumurpanggang 24 unit, dan Margadana 33 unit.

Sementara penyaluran jambanisasi ke tengah warga sudah rampung 60 persennya. “Sudah tersalurkan 60 persen. Total seluruhnya 268 unit untuk tahun ini,” kata Wiharto.

Dia mengemukakan, sebelumnya, pihaknya bersama petugas kesehatan serta unsur pengaman tingkat kecamatan membongkar WC liar di bantaran Kali Kemiri di Kelurahan Margadana, Kecamatan Margadana, Jumat (11/10).

Selain di Margadana, penertiban juga dilakukan di sejumlah kelurahan lain. Di antaranya petugas menyisir bantaran kali di Kelurahan Kalinyamat Kulon dan Sumurpanggang. Total ada tujuh yang dibongkar.

“Semuanya sudah kami bongkar. Di Kelurahan Kalinyamat Kulon ada tiga, Sumurpanggang ada tiga, dan Margadana ada satu,” ungkapnya.

Menurut Wiharto, pihaknya tidak asal membongkar. Namun, sebelumnya sudah menyediakan wc umum yang bisa digunakan oleh masyarakat melalui pogram jambanisasi yang lebih bersih dan sehat.

Salah satu warga RT 5 RW 2 Kelurahan Kalinyamat Kulon, Yono, mengaku merasa senang dengan adanya bantuan jambanisasi dari Pemkot Tegal.

Dengan adanya bantuan tersebut, dirinya tidak harus ke sungai untuk buang air besar. Ia mengaku sudah sejak setahun terakhir buang air besar di pinggir kali.

“Alhamdulillah seneng ada bantuan wc umum. Dulu, kurang lebih satu tahun saya harus ke kali setiap mau buang air besar, sekarang tidak lagi,” pungkasnya. (enn/red4)

BERITA LAINNYA