Take a fresh look at your lifestyle.

Dimediasi Pemkab, Salah Satu Investor Mangkir

120
  • Polemik Lahan Pabrik Di Cimohong

BREBES – Pemkab Brebes terus berupaya melakukan mediasi terkait polemik yang terjadi antara investor pabrik garmen PT Daehan Global (DG) dan pabrik sepatu PT Sumber Mashanda Jaya (SMJ). Namun hingga kini perseturuan dua perusahaan asal Korea Selatan terkait lahan pabrik itu, belum menemukan titik terang penyelesaian.

Pasalnya, saat Pemkab berupaya melakukan mediasi dengan mengundang kedua investor tersebut, tetapi salah satunya mangkir. “Kami (Pemkab-red) telah memanggil kedua belah pihak untuk mediasi dalam upaya menemukan solusi penyelesaianya. Tapi mediasi itu tak berjalan, karena hanya satu pihak perusahaan saja yang hadir. Yakni, pihak SMJ. Sedangkan pihak Deahan tidak hadir,” ujar Sekda Kabupaten Brebes, Djoko Gunawan, Rabu (2/10).

Dia mengatakan, mediasi dilakukan pekan lalu. Lantaran salah satu investor tidak hadir, maka mediasi tidak bisa dilaksanakan. Atas kondisi tersebut, Pemkab memutuskan untuk melakukan penulusuran terkait lahan yang dipersoalkan. Dari hasil penelusuran itu, diketahui lahan yang rencananya digunakan untuk perluasan pabrik PT Deahan dan lokasinya menutupi lahan pabrik PT SMJ, status sertifikatnya masih atas nama Ibu Warsih. “Dari proses penelusuran ini, lahan itu kepemilikan sertifikat atas nama ibu Warsih sampai saat ini. Informasi yang saya terima tanah itu memang di jual secara bawah tangan ke seseorang warga,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, jika tak segera ada solusi antara kedua belah pihak. Pemkab akan meminta bantuan kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). “Kami akan segera koordinasi dengan pihak Kementerian ATR dan BKPM terkait persoalan agar bisa segera ada titik temu. Karena saat ini iklim investasi di Brebes sedang bergairah, sejumlah investor yang berminat dan menunggu atau antri menggelontorkan Investasinya hingga triliunan rupiah kesini,” jelasnya.

Seperti diberitakan, perseturuan antara pabrik garmen dan pabrik sepatu itu, bermula lantaran dugaan adanya hambatan akses jalan karena aktivitas pembangunan pondasi di lahan seluas 4000 meter persegi di Desa Cimohong, Bulakamba, Brebes. Selain itu, juga polemik terkait pemanfaatan tanggul sungai kobong yang kewenanganya ada pada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung. Pembangunan pondasi pun diketahui belum memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Pemkab Brebes pun sudah memberikan peringatan kepada pabrik tersebut.

Namun, Legal PT Daehan Global, Nanang, mengatakan, jika lahan seluas 4000 hektare bukan milik PT Daehan Global. Sedangkan ijin rekomendasi pemanfaatan tanggul sepadan sungai kobong menunggu dari pihak Kementerian PU-PR juga belum turun.

“Lahan yang sedang dibangun itu bukan milik PT Daehan Global, tapi milik pribadi Tuan Lee asal Korea Selatan. Secara kebetulan Tuan Lee ini salah seoran owner PT Daehan Global,” ucap Nanang beberapa waktu lalu.

(Setiawan-red2)

BERITA LAINNYA