Take a fresh look at your lifestyle.

Dikukuhkan, Para Paskibra Menitihkan Air Mata

161

SLAWI – Isak tangis mewarnai pengukuhan delapan puluh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibra) di Pendopo Amangkurat Setda Kabupaten Tegal, Jumat pagi (16/8). Mereka terharu saat orangtuanya menyematkan Kandik (ikat pinggang)  Paskibra. Namun berbeda dengan salah satu Paskibra, Muhammad Fauzi yang menangis karena ketidakhadiran orangtuanya.

Siswa SMA 3 Slawi yang memiliki badan tegap dan sejak awal terlihat sangat serius karena didaulat menjadi komandan pengukuhan pasukan Paskibra, luluh hatinya saat prosesi penyematan Kandik Paskibra. Selain bangga dan terharu karena telah dikukuhkan, ternyata Fauzi lebih sedih karena orangtuanya tidak bisa hadir dalam moment penting tersebut. Ketidakhadiran orangtuanya lantara ada acara lebih penting, tidak membuatnya patah semangat.

“Saya merasa bangga karena sudah dikukuhkan. Namun yang membuat saya sedih adalah orang tua saya yang tidak dapat menghadiri pengukuhan ini. Tetapi walau begitu saya bahagia karena latihan saya selama ini salah satunya untuk pengukuhan ini. Saya berharap untuk kedepannya dapat lebih banyak lagi pemuda-pemudi yang dapat menjunjung tinggi NKRI,” ungkapnya.

Tidak hanya Fauzi, para Paskibra lainnya juga ikut menangis saat orangtuanya menyematkan kandik Paskibra. Sembari mengucapkan selamat, mereka pun berpelukan dan menangis haru.

Umi Azizah, selaku inspektur upacara pengukuhan, membacakan Ikrar Putra Indonesia yang diikuti oleh seluruh anggota pasukan Paskibraka. Setelah membacakan ikrar tersebut selanjutnya pasukan Paskibra resmi dikukuhkan untuk melaksanakan tugasnya pada HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 yang dilaksanakan besok pagi.

Umi menitipkan pesan pada para anggota Paskibra untuk selalu mewujudkan nilai-nilai perjuangan para pahlawan dalam kehidupan sehari-hari.

“Sebagai pelajar, kalian harus mampu menunjukkan keteladanan sebagai pembelajar yang berprestasi, berdedikasi, berdisiplin, dan beretika. Berikan manfaat dan pengaruh positif kepada lingkungan dimanapun kalian berada. Karena sesungguhnya ini adalah pengamalan Pancasila, nilai-nilai kebaikan, dan nilai-nilai kebenaran,” sambungnya.

Menjelang akhir upacara Umi menyematkan Kandik pada dua orang perwakilan anggota Paskibra yang bertugas. Kemudian dilanjutkan dengan penciuman Bendera Merah Putih oleh anggota Pasukan Paskibra. Pada akhir upacara, inspektur upacara Umi Azizah, Wakil Bupati tegal Sabilillah Ardie beserta istri, serta jajaran tamu undangan berkeliling memberikan ucapan selamat kepada para anggota pasukan.

Setelah rangkaian upacara usai, para anggota Paskibra pun berfoto bersama dengan para pelatih dan orangtua. Tentunya dengan suasana penuh kebahagiaan dan kebanggaan dari para pelatih, orangtua, dan para elemen yang telah mendukung para anggota Paskibra. (Wiwit/red05)

BERITA LAINNYA