Take a fresh look at your lifestyle.

Diguyur Hujan, Pemalang Bermunajat Tetap Khusyuk

153

PEMALANG – Hujan yang mengguyur Kabupaten Pemalang pada Jumat (24/1) malam tak menghalangi pelaksanaan pengajian umum Pemalang Bermunajat. Pengajian digelar di alun-alun Pemalang dalam rangka memeringati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-445 Kabupaten Pemalang.

Sekda Mohammad Arifin mengatakan
tingkat pendidikan masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi daerah yang terus meningkat mendorong seluruh
masyarakat untuk bersama bermunajat memanjatkan rasa syukur kepada Allah.”Kita bersyukur atas segala karunia Allah Kabupaten Pemalang dapat melewati segala tantangan dan cobaan untuk terus bergerak

ke arah kemajuan, serta kita semua selalu dilindungi dari musibah dan bencana,”kata Arifin mewakili Bupati Pemalang.

Namun demikian kata dia harus dipahami bahwa rasa syukur tersebut tidak cukup diwujudkan hanya dengan lisan saja. Menurutnya rasa
syukur ini harus senantiasa diwujudkan juga dalam tindakan nyata sesuai tuntunan Allah.

“Pada malam yang penuh barokah ini
Kabupaten Pemalang telah memasuki usia yang ke – 445, Bupati menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pemalang yang telah memberíkan kepercayaan tinggi kepada pemerintah daerah sehingga berkat rahmat dan hidayah Allah serta dukungan dan kerja keras dari seluruh pihak, kegiatan pembangunan daerah dapat terlaksana dengan baik dan lancar,”ujarnya.

Karena itu suatu hal yang patut untuk disyukuri bersama karena upaya yang sudah laksanakan selama ini, secara perlahan namun pasti telah
mampu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya derajat kesehatan dan pendidikan.

 

Kemudian sebagai bagian dari generasi penerus bangsa lanjut dia Bupati mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pemalang untuk senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan. Menggunakan momentum hari jadi Kabupaten Pemalang ini, sebagai sarana untuk menciptakan tatanan masyarakat yang diridhai Allah, agar masyarakat di Kabupaten Pemalang dapat menjadi masyarakat yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghaffur.

 

Dalam pengajian hadir penceramah KH. Muhammad Budi Harjono (Abah Budi ) dari Semarang. Dia mengajak jemaah yang hadir untuk senantiasa bertakwa dan mensyukuri nikmat Allah. “Tanamkan pada diri sendiri untuk saling menghormati antar sesama umat dan selalu setia kepada NKRI,”kata Abah Budi.

 

Hujan yang mengguyur sejak penampilan rebana dan tari sufi tidak menyurutkan masyarakat untuk tetepa khusyuk mengikuti pengajian. Mereka tidak beranjak dari tempat duduknya dan mengikuti penvajian sampai selesai.(Ali Basarah)

BERITA LAINNYA