Take a fresh look at your lifestyle.

Digandeng RSUD Bumiayu, Konveksi Lokal Banjir Pesanan APD dan Masker

196

BUMIAYU- Kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) dan masker terus meningkat ditengah wabah virus corona atau Covid-19. Kondisi ini ditangkap oleh pelaku usaha konveksi di Bumiayu, Brebes, untuk memproduksinya.

Salah satunya adalah Konveksi Damu Creative yang berlokasi di Jalan Dukuh Kweni RT 01 RW 03 Desa Adisana. Sebelum sekarang memproduksi ratusan APD dan masker, usaha milik warga setempat Frida Ariyani ini melayani jasa pembuatan seragam dan kaus olahraga.

“Jadi awalnya prihatin dengan kelangkaan APD di RSUD Bumiayu tempat saya bekerja, terutama baju hazmat untuk tenaga medis. Lalu kemudian Direktur RSUD Bumiayu dr Yunan Arif BS menantang saya untuk memproduksinya,” katanya

Tantangan itupun langsung dijawab dengan membuat sampel baju hazmat. Sampel yang dibuat itu kemudian dikonsultasikan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes.”Hasilnya dinilai memenuhi standar keamanan dan kesehatan medis. Sejak itulah, konveksi milik saya kemudian memproduksi APD dan masker,” ujarnya.

Dijelaskan Frida, baju hazmat rancangannya menggunakan bahan spunbond 75 gram. Dengan 10 orang tenaga penjahit, rata-rata produksi perhari mencapai 300 setel. Satu setelnya dibanderol harga Rp 75.000.”Selain untuk untuk memenuhi kebutuhan RSUD Bumiayu dan Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes, permintaan APD juga datang dari rumah sakit di Semarang dan Jawa Barat,” ujarnya.

Produksi APD, lanjut Frida, dilakukan dipusatkan dalam satu tempat agar setiap prosesnya bisa diawasi. Hal ini mengingat baju hazmat merupakan salah satu perlengkapan standar untuk melindungi tenaga medis dari paparan virus.”Seluruh penjahit menggunakan masker, dan peralatannya juga harus steril,” katanya. Hingga sekarang, Frida menambahkan, permintaan APD masih tinggi. Namun sayang, belakangan ini bahan bakunya sudah mulai sulit diperoleh.

Sementara Kasi Pelayanan RSUD Bumiayu Wijayanto mengatakan pihaknya sengaja menggandeng konveksi lokal untuk memenuhi kebutuhan APD.”Kebutuhan APD sangat tinggi, tapi barangnya tidak ada. Kalaupun ada, harganya selangit. Dari situlah kemudian kami menggandeng dan memberdayakan konveksi lokal agar usaha mereka bisa tetap berjalan di tengah pandemi corona ini,” ujarnya. Meski digarap konveksi lokal, produk yang dihasilkan telah memenuhi standar kesehatan disamping harganya yang bersaing.”Setidaknya kami tidak lagi kesulitan mendapatkan APD,”katanya.(Teguh Tribowo/red38)

BERITA LAINNYA