Take a fresh look at your lifestyle.

Digagalkan Transaksi Ganja Terbesar di Jateng

* BNNP Jateng dan BNNK Tegal Tangkap Satu Pemasok, Dua Pengedar

159

TEGAL – Badan Narkotika Nasional (BNN) Jateng dan BNN Kota Tegal, mengungkap transaksi ganja yang dinilainya terbesar di Jateng dalam tahun ini, yang diduga dilakukan ”Jaringan Aceh” atau Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Pengungkapan itu setelah penyidik mengendus selama dua pekan.

Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Dr Benny Gunawan SH MH didampingi Kepala BNN Kota Tegal Igor Budi Mardiyono mengatakan, tahun-tahun sebelumnya jumlah penyitaan ganja terbesar terjadi di Solo sebesar 50 Kg.

KRONOLOGI PENANGKAPAN : Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Dr Benny Gunawan SH MH, bersama Kepala BNN Kota Tegal Igor Budi Mardiyono, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Sekda Dr Johardi, saat menjelaskan kronologi penangkapan ketiga tersangka kasus peredaran ganja, di Kantor BNN Kota Tegal, Senin (24/2).(Foto : smpantura.com/Riyono Toepra-red07)

Kemudian di Batang sebanyak enam kilogram dan, tahun ini terjadi di Kota Tegal mencapai hampir 10 Kg. Tepatnya, 9.973,74 Gram.

”Sampai dengan akhir bulan kedua tahun ini, jumlah ganja yang disita merupakan terbesar di Jateng. Nilainya lebih dari Rp 200.000.000. Jumlah tersangkanya juga banyak, ada tiga orang,” terang dia, saat press release yang dihadiri juga Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dan Sekda Dr Johardi, di Kantor BNN Kota Tegal, Senin (24/2).

Selain mengamankan ganja sebanyak itu, barang bukti lainnya yang disita dari ketiga tersangka adalah, satu unit sepeda motor Honda Genio, satu unit mobil Mitsubishi Kuda, handphone dan uang tunai Rp 300.000, serta buku tabungan.

Penangkapan ketiga pelaku, berawal dari kerja keras Bidang Pemberantasan BNNP Jateng dan Seksi Pemberantasan BNN Kota Tegal, setelah menerima informasi bakal ada transaksi ganja jumlah besari di Kota Tegal.

Tersangka A alias I dan KD alias H, selama ini membuka usaha Klinik Herbal di Margasari Kabupaten Tegal dan di Pulosari, Kabupaten Brebes.

”Jadi masih kami selidiki apakah ganja ini digunakan untuk pengobatan alternatif atau tidak, ini masih kami dalami. Yang jelas ganja ini selama ini dijual ke konsumen atau pemakai di berbagai tempat,” terang Benny Gunawan.

Bergerak Cepat

Berbekal dari informasi tersebut, Tim Gabungan BNNP Jateng dan Kota Tegal, kemudian bergerak cepat, dan mencurigai tersangka A alias I (43), yang mengendarai sepeda motor Honda Genio hitam merah saat melintas di Jl dokter Cipto Mangunkusumo, Kelurahan/Kecamatan Margadana, Kota Tegal sekitar pukul 06.20, Rabu (19/2).

Tersanka A, diduga akan bertransaksi dengan calon pembelinya di Terminal Induk Bus Kota Tegal. Tanpa membuang waktu lama, tersangka dicegat dan kemudian ditangkap di Jl Cipto Mangunkusumo.

Tim penyidik kemudian menyita 10 paket ganja kering seberat 9.973,74 gram dan sepeda motor yang dikendarainya.

”Setelah tersangka pertama ditangkap, terungkap ganja ini dibeli bersama tersangka KD alias H (46),” terang Benny Gunawan, didampingi penyidik BNNP Jateng Yayan Adriyan.

Penyidik yang terus bergerak cepat melacak keberadaan KD, kemudian dapat menangkapnya di rumahnya di Desa Tembok Luwung, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, sekitar pukul 09.10, hari itu juga.

Dari keterangan tersangka kedua itulah, akhirnya terungkap siapa pemasok ganjanya. Berbekal identitas dan keberadaan pemasok yang masih berada di wilayah Jateng, Tim Gabungan BNN Jateng dan Kota Tegal, memburunya ke Desa Banjarsari, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas.

”Pemasok ganja ini, berinisial WS (41), kami tangkap di rumahnya di Desa Banjarsari, sekitar pukul 11.50, Rabu (19/2). Kami amankan juga satu unit mobil Mitsubishi Kuda yang dijadikan sarana untuk transaksi narkotika golongan 1 ini,” terang Benny Gunawan.

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengatakan, pihaknya kini akan meningkatkan pengawasan terhadap keberadaan usaha pengobatan alternatif seperti Klinik Herbal.

Karena ada dugaan usaha tersebut, ada yang dijadikan kedok untuk peredaran narkotika. Juga pengawasan terhadap tempat kos dan tempat hiburan malam dikotanya.(Riyono Toepra-red07)

BERITA LAINNYA