Take a fresh look at your lifestyle.

Diduga Kelebihan Penumpang, Kapal Motor Terbalik Saat Pesta Laut di Losari

122

BREBES – Diduga akibat kelebihan penumpang, sebuah kapal motor yang tengah dipakai untuk perayaan pesta laut di Desa Prapag Kidul, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, terbalik, Sabtu (28/9) sekitar pukul 10.30. Para penumpang termasuk ibu dan anak anak tercebur ke sungai. Belum diketahui adanya korban jiwa dalam kejadian ini. Hingga kemarin, warga masih mendata seluruh penumpang yang ada di kapal motor nahas tersebut.

Muhaemin Primawan (49), tokoh masyarakat Desa Prapag Kidul mengungkapkan, kejadian terbaliknya kapal motor itu bermula saat berangkat dari TPI di desanya untuk melaksanakan perayaan pesta laut. Selain mengangkut penumpang, perahu juga membawa seperangkat sound sistem. Namun saat menyusuri sungai menuju laut lepas, sekelompok warga memanggil nahkoda kapal untuk menepi. Mereka yang memanggi berniat bergabung bersama penumpang lain di perahu tersebut. Permintaan itu pun dituruti nahkoda dan perahu menempi, kemudian sekelompok warga ikur menaiki perahu tersebut.

“Berangkat dari TPI, kapal ini sudah membawa 20 orang penumpang termasuk anak anak. Di atas kapal, juga ada semacam panggung dan sound sistem untuk dangdutan pesta laut. Kemudian di tengah perjalanan, ada yang minta bergabung dan akhirnya menepi. Di situ sekitar 15 orang ikut naik lagi ke kapal,” terangnya yang juga anggota DPRD Kabupaten Brebes.

Tak lama setelah membawa tambahan penumpang, lanjut Muhaemin, kapal berukuran panjang 8 meter dan lebar 2,5 meter ini, mendadak oleng dan terbalik. Akibatnya, seluruh penumpang tercebur ke air, termasuk ada penumpang anak anak. Kapal terbalik diduga karena kelebihan penumpang.

“Hingga kini belum diketahui ada tidaknya korban jiwa. Kami masih mendata semua penumpang kapal itu. Kami khawatir ada korban karena kedalaman air sungainya lumayan, antara 3 sampai 5 meter. Terlebih, ada juga penumpang dari kalangan anak anak. Dikhawatirkan penumpang ini terjebak di bawah perahu yang terbalik,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menambahkan, kapal motor yang terbuat dari kayu itu, sebenarnya hanya memiliki daya tampung penumpang maksimal 20 orang. Namun ternyata digunakan untuk mengangkut sebanyak 35 penumpang, karena di tengah jalan ada tambahan 15 penumpang. Selain penumpang, di kapal juga ada panggung dan sound sistem. “Ini diduga karena kelebihan penumpang,” sambungnya.

Kades Prapag Kidul, Ela Sugiarto saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurut dia, para penumpang saat ini sudah dalam proses evakuasi. “Mudah mudahan seluruhnya selamat semua,” kata dia. Hingga Sabtu siang ini, panitia pesta laut bersama warga masih terus mencari penumpang kapal yang dimungkinkan terbawa arus sungai atau terjebak dalam kapal.

(setiawan-red2)

BERITA LAINNYA