Take a fresh look at your lifestyle.

Dibongkar Peredaran Pestisida Palsu di Brebes

- Tiga Pelaku Diringkus, Ratusan Botol Pestisida Disita

124

BREBES – Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Brebes berhasil membongkar peredaran pestisida palsu di wilayahnya. Tiga pelaku pembuat dan pengedar pestisida palsu berhasil diringkus, Jumat (26/2). 

Polisi juga berhasil mengamankan ratusan botol pestisida palsu berbagai merek, sebagai barang bukti. Tak hanya itu, dari tangan para tersangka juga disita ribuan botol untuk kemasan cairan pestisida palsu, label atau merek produk pestisida palsu.

Ketiga tersangka adalah A Lesmana () dan Sobur Priyatna () warga. Kemudian, Saefudin (62), warga Desa/ Kecamatan Banjarharjo, Brebes. Para tersangka tersebut di tangkap di waktu dan tempat berbeda. Kali pertama polisi meringkus Saefudin (62), di Desa Banjarharjo. Tersangka itu merupakan produsen, sekaligus pengedar pestisida palsu.

Kemudian, polisi meringkus tersangka A Lesmana dan Sobur Priyatna, di wilayah Kecamatan Kersana. Keduanya ditangkap saat membawa produk pestisida palsu yang akan dijual kepada para petani di Brebes.

Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto mengatakan, kasus peredaran pestisida palsu itu berhasil dibongkar, berawal dari laporan seorang petani yang curiga atas produk pestisida yang dibelinya. Bahkan, saat digunakan untuk tanamannya malah merusak. Lantaran dirugikan, petani itu melapor ke pihaknya, dan langsung ditindaklanjuti unit Tipiter Polres Brebes. Dari hasil penyelidikan, diringkus seorang pelaku di Desa Cigedog, Kecamatan Banjarharjo. “Dari pelaku ini, kami mengamankan ratusan botol berisi pestisida palsu, label merek dan beberapa alat lainnya,” ujarnya.

Tiga hari setelah di tangkapnya satu pelaku, lanjut dia, anggotanya mendapat laporan tentang adanya mobil yang membawa pestisida palsu masuk wilayah Brebes. Setelah diselidiki, dua orang pelaku berhasil diringkus saat membawa produk pestisida palsu di Kecamatan Kersana, Brebes. “Kalau dua tersangka ini, kami tangkap di Kersana, saat mengangkut pestisida palsu untuk dipasarkan,” tandasnya.

Menurut dia, modus yang dilakukan tersangka Saefudin yakni, dengan membuat cairan pestisida palsu. Kemudian, cairan itu dikemas dalam botol yang sudah diberi label pestisida. Ada yang menggunakan merek buatan sendiri, ada juga menggunakan botol pestisida bermerek lainnya. Sedangkan dua tersangka lainnya, merupakan pengedar atau penjual. Barang itu dibuat di Bandung, Jawa Barat. “Akibat perbuatannya ini, tiga tersangka kami jerat undang-undang berlapis. Yakni, Pasal 123 Jo Pasal 77 ayat (1) UURI No 22 tahun 2019 tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan dan Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf e UU RI No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Mereka diancam hukuman 7 tahun penjara,” ucap Kapolres.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes, Yulia Hendrawati mengatakan, pihaknya mengapresiasi kepolisian yang telah menangkap pelaku pengedar pestisida palsu. Menurutnya, pestisida palsu tersebut sangat merugikan bagi para petani. “Adanya pestisida palsu ini, jelas sangat merugikan petani. Pestisida palsu ini akan merusak produksi, jadi produksinya tidak sesuai dengan yang diharapkan,” pungkasnya.(*)

BERITA LAINNYA