Take a fresh look at your lifestyle.

Dibangun Center Mangrove Of Excelent, Pemkab Brebes Siapkan Lahan 219 Ha

289

BREBES – Pemkab Brebes kini telah menyiapkan lahan di pesisir pantai utara seluar 219 ha, untuk lokasi pembangunan Center Mangrobe of Excelent atau Pusat Keunggulan Mangrove. Hal itu menyusul dipilihnya wilayah pesisir pantura Brebes oleh pemerintah pusat untuk menjadi lokasi pusat pembibitan, penelitian dan wisata terkait tanaman mangrove.

“Kemarin kan, tim dari pusat sudah meninjau lokasi langsung, dan dinilai telah layak. Terkait ini, kami menyiapkan lahan seluas 219 ha,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Brebes, Zuhdan Fanani, kemarin.

Dia mengungkapkan, ada dua lokasi yang dipersiapkan untuk merealisasikan rencana pemerintah pusat tersebut. Yakni, di Desa Kaliwlingi dan Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes. Khusus di Desa Kaliwlingi, disiapkan lahan seluas 219 ha bagi pembangunan Pusat Keunggulan Mangrove. Kawasan itu yang menjadi kewenangan pihaknya. Sedangkan satu lokasi berada di Desa Randusanga Kulon, khusus untuk tempat persemaian bibit mangrove, yang rencananya diperuntukan bagi 10 juta bibi persemaian mangrove. Lokasi di Randusanga Kulon, menjadi kewenangan Dinas Lingkungan Hidup.

“Kewenangan kami hanya ada di Pusat Keunggulan Mangrove ini, yang rencananya dibangun di lahan seluas 219 di Desa Kaliwlingi. Di kawasan itu nanti akan dikembangkan mulai dari konservasi tanaman mangrove, taman koleksi mangrove, bududaya produktif mangrove, museum mangrove, deorama hingga rest area dan jongging traking untuk wisatanya,” terang dia.

Menurut dia, di dalam taman koleksi mangrove nantinya akan diisi sebanyak 60 jenis tanaman mangrove yang familiar dengan masyarakat . Selain itu ada juga untuk jenis epivit mencapai 200 lebih. Sehingga, kedepannya bisa menjadi pusat penelitian mangrove di Indinesia, bahkan internasional. “Nantinya, Taman koleksi mangrove ini akan dibentuk seperti Kebun Raya khusus tanaman Mangrove. Sehingga, kalau kita akan bicara mangrove ada di Brebes, yakni di Pusat Keunggulan Mangrove ini,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, proses pembangunan Pusat Keunggulan Mangrove itu dilakukan secara bertahap, karena membutuhkan dana besar dan waktu yang lama. Bahkan, dimungkinkan bisa membutuhkan waktu hingga 10 tahun, agar Pusat Keunggulan Mangrove itu berdiri sesuai yang diinginkan. Untuk itu, persiapan-persiapan secara bertahap juga terus dilakukan. “Untuk saat ini, kami rasa sangat awal sekali, karena belum ada hal apa pun dan baru sebatas peninjauan lokasi. Namun demikian, kami sangat merespon dan bangga atas rencana pusat ini. Sejumlah fasilitas pendukung juga akan mulai dipersiapkan, seperti jalan, jaringan listik hingga jaringan internet yang dibutuhkan di kawasan wisatanya,” papar dia.

Sementara Kades Randusanga Kulon, Afan Setiono mengatakan, untuk lokasi persemaian pembibitan mangrove, desanya telah menyiapkan lahan lebih dari 10 ha. Lahan itu berada di kawasan pariwisata 2 ha, bekas sirkuit motorcross 4 ha dan lokasi lainnya. “Kami jelas mendukung rencana ini, karena akan berdampak positif bagi lingkungan pesisir pantai kami yang rusak,” ujarnya. (*)

BERITA LAINNYA