Take a fresh look at your lifestyle.

Dianggarkan Rp 107 Miliar, Wakil Ketua DPRD Pertanyakan Penggunaan Anggaran Penanganan Korona

219

SLAWI – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal dari Fraksi Gerindra, Rudi Indrayani meminta Pemkab Tegal untuk menyerahkan rincian anggaran pergeseran untuk penanganan wabah Virus Korona (Covid-19). Anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp 107 miliar itu, dinilai terbesar dibandingkan daerah sekitar.

“Kami sudah mengetahui global anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 107 miliar, tapi rinciannya belum dapat tembusannya. Anggaran sebesar itu untuk apa saja?,” kata Rudi saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (15/4).

Dikatakan, sebagai lembaga legislatif yang memiliki fungsi pengawasan, memiliki kewajiban untuk mempertanyakan anggaran yang dikelola Pemkab Tegal. Terlebih anggaran untuk percepatan penanganan Virus Korona yang dinilai cukup besar dibandingkan daerah sekitar. Sejauh ini, pihaknya belum mendapatkan rincian anggaran pergeseran yang nilainnya mencapai Rp 107 miliar. Padahal, baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jateng dan desa juga telah menganggarkan untuk penanganan Covid-19.

“Kami tidak mempersoalkan besarnya anggaran yang dialokasikan. Tapi anggaran itu untuk apa saja dan manfaatnya apa buat penanganan Covid-19,” ujar Rudi.

Menurut dia, pendapatan dalam APBD Kabupaten Tegal tahun 2020 telah mengalami penurunan, karena bantuan dari Pemerintah Pusat dan Pemprov Jateng, dibatalkan. Diantaranya, Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 121,9 miliar, Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 43,4 miliar, Dana Bagi Hasil (DBH) Rp 7 miliar, DBH Pajak Provinsi Rp 20 miliar, Bantuan Keuangan Provinsi Rp 1,5 miliar, Dana Insentif Daerah Rp 5,2 miliar, dan Pendapan Asli Daerah Rp 18,3 miliar.

“Total pendapatan yang berkurang Rp 217,6 miliar. Masyarakat sudah banyak yang komplain soal pembangunan infrastruktur,” ujarnya.

Oleh karena itu, tambah dia, pihaknya berharap anggaran untuk penanganan Covid-19 untuk tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat. Ia khawatir anggaran tersebut disalahgunakan, sehingga penanganan Korona tidak tuntas, dan mengorbankan anggaran lainnya yang dibutuhkan masyarakat.

“Kami akan kawal penggunaan anggaran untuk percepatan penanganan Covid-19,” tegasnya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA